Kota Depok Tambah 124 Pasien Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Walikota Depok, Mohammad Idris mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok di Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan, Selasa (15/9).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Walikota Depok, Mohammad Idris mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok di Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan, Selasa (15/9).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Terus melonjaknya pasien Covid-19 di Kota Depok membuat pemerintah daerah memutar otak untuk menyiasati tempat perawatan yang layak dan memadai.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok memecahkan rekor baru. Pada Selasa (15/9), total ada 124 pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Depok.

Walikota Depok, Mohammad Idris menuturkan, pihaknya telah mencoba menyulap hotel yang ada di Kota Depok untuk menjadi lokasi karantina pasien Covid-19.

“Kita sudah coba tapi belum ada hotel yang bersedia untuk dijadikan tempat karantina,” kata Idris di RSUD Kota Depok, Selasa (15/9).

Selain belum ada hotel yang bersedia dijadikan lokasi karantina, Idris berujar bahwa secara teknis juga cukup sulit lantaran sumber tenaga medis yang terbatas.

“Secara teknis operasional kesehatan juga agak kesulitan karena harus hire nakes atau perawatnya. Ini enggak murah,” beber Idris.

Oleh sebab itu, Idris berujar pihaknya menyasar Rumah Sakit yang memang dikhususkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok, seperti Rumah Sakit Citra Medika di kawasan Cilodong.

“Maka kita akan sasar Rumah Sakit memang khusus, misal Citra Medika tadi untuk menampung positif orang tanpa gangguan (OTG) dan ringan-ringan. Kita memilih Rumah Sakit yang bisa kita jadikan kerjasama,” tandasnya.

Idris mengungkapkan, satu di antara sejumlah kasus yang ditemui pihaknya adalah adanya warga yang bukan orang Depok, namun telah menetap puluhan tahun lamanya.

“Kalau bukan warga Depok jangan dimasukkan dalam hitungan. Misal tukang pecel sudah 30 tahun di Depok tapi bukan KTP Depok, itu masuk jadi banyak sekali. Ini jadi masalah,” jelas Idris.

Idris menuturkan bahwa saat ini sudah sekira 14.500 warga Kota Depok yang sudah menjalani Swab PCR.

“Kalau hitungnya satu per 1.000 dari jumlah penduduk ya iya, kita masih jauh. Sekarang terakhir 14.500. Dua pekan kemarin kita masih sekali sampai 3.000-an, makanya ini kasus tertinggi karena hasilnya baru muncul 124 kasus positif,” tutupnya.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds