Spanduk Provokatif Bermunculan, Pilkada Depok Tercoreng

Bidang Hukum dan HAM PD Muhammadiyah Kota Depok Ahmad Dahlan (kiri) mendampingi Ali Wartadinata (kanan) saat membuat laporan terkait spanduk provokatif di Polrestro Depok, Minggu (6/9).

Bidang Hukum dan HAM PD Muhammadiyah Kota Depok Ahmad Dahlan (kiri) mendampingi Ali Wartadinata (kanan) saat membuat laporan terkait spanduk provokatif di Polrestro Depok, Minggu (6/9).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pesta Demokrasi belum mulai, spanduk yang bernada memperpecahbelah malah sudah start duluan. Minggu (6/9/2020), sejumlah spanduk bertuliskan provokatif yang mengatasnamakan warga Muhammadiyah beredar.

Dalam spanduk sangat jelas, huruf berwarna hijau ‘Kami Warga Muhammadiyah’ kemudian disambung ‘Tidak Rela Kota Depok Dipimpin PKI Perjuangan’ dengan font berkelir merah bertebaran di sejumlah jalan.

Bidang Hukum dan HAM PD Muhammadiyah Kota Depok, Ahmad Dahlan menjelaskan, spanduk yang terpasang di Kampung Pondok Bulak, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan dan di Jalan Keadilan Rangkapanjaya, Pancoranmas sudah provokatif. PD Muhammadiyah Kota Depok, langsung membuat laporan ke Polrestro Depok. Menurutnya, spanduk tersebut merupakan sebuah fitnah yang keji dengan mengatasnamakan Muhammadiyah.

Spanduk-Provokatif

“Kami sudah melaporkan ke Polrestro Depok sekitar pukul 13:00 WIB,” ujar Ahmad Dahlan kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Minggu (06/09/2020).

Dahlan menjelaskan, PD Muhammadiyah memiliki ciri khusus apabila memasang sebuah spanduk, dan tidak mengatasnamakan warga Muhammadiyah. Spanduk provokatif yang terpasang, tidak terdapat tulisan menunjukan suatu identitas layaknya PD Muhammadiyah Kota Depok secara resmi.

Umumnya, sambung Dahlan, apabila Muhammadiyah akan memasang spanduk, akan menuliskan mulai dari Pimpinan Ranting, Pimpinan Cabang, maupun Pimpinan Daerah. Tapi, pada spanduk provokatif tersebut tidak ada. Apalagi, corak dan logo di spanduk tidak jelas sangat jelas berbeda dengan logo Muhammadiyah.

“Spanduk yang terpasang sudah kami tanggalkan, guna mencegah keresahan masyarakat,” tegasnya.

Ahmad Dahlan meminta, masyarakat Kota Depok tidak terpancing akan spanduk provokatif tersebut, apalagi saat ini menjelang Pilkada Kota Depok. Masyarakat Kota Depok tidak boleh terpecahbelah, khususnya yang membawa nama Ormas Islam salah satunya Muhammadiyah.

“Sudah kami laporkan dan kami bawa ke ranah hukum,” ucap Dahlan.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu Kota Depok Luli Barlini mengungkapkan, bahwa spanduk tersebut bukan merupakan pelanggaran pemilu. Namun, ini merupakan ranah keamanan karena kehadiran spanduk itu mengganggu ketertiban dan bertujuan meresahkan masyarakat.

“Belum ada laporan ke kami. Spanduk ini tidak menyebutkan pasangan calon jadi kepada siapa ditujukan juga tidak jelas, maka sudah tepat bila PD Muhammadiyah Kota Depok melaporkan hal ini ke Polres Metro Depok,” singkat Luli.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari mengaku, sudah mengecek laporan tersebut.

“Saat ini saya belum bisa memberikan keterangan secara jelas,” singkatnya.

Surat laporan yang diterima Harian Radar Depok, PD Muhammadiyah melaporkan spanduk provokatif ke Polres Metro Depok. Laporan diterima kepolisian sekira pukul 14:00 WIB, dengan pelapor Ali Wartadinata. Laporan tersebut diduga Pasal 156 Jo 331 KUHP tindak pidana pernyataan permusuhan dan atau penghinaan.

Modus operandi yang dilakukan yakni, pemasangan spanduk berisikan Kami Warga Muhammadiyah Tidak Rela Dipimpin PKI Perjuangan. Untuk tempat kejadian laporan spanduk berada di Kampung Pondok Bulak, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan. Waktu kejadian pada Sabtu (5/90) sekitar pukul 12:22 WIB. Saat ini proses laporan tersebut dalam lidik Polres Metro Depok.

(RD/dic/cr1/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds