Masuk Jalur Cepat, 250 Pengendara di Jalan Raya Margonda Ditilang

Sejumlah kendaraan roda dua terkena razia oleh Satlantas Polrestro Depok karena memasuki jalur cepat di kawasan Jalan Margonda Raya, Selasa (18/8/2020).

Sejumlah kendaraan roda dua terkena razia oleh Satlantas Polrestro Depok karena memasuki jalur cepat di kawasan Jalan Margonda Raya, Selasa (18/8/2020).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Ini harus jadi peringatan keras bagi pengendara kalau tidak mau ditilang. Selasa (18/8/2020), Satlantas Polres Metro (Polrestro) Depok menilang 250 pengendara yang masuk jalur cepat. Padahal sebelumnya, polisi sudah menyosialisasikan kanalisasi, di Jalan Raya Margonda.

Kanit Tim Turjawali Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Nanang Wahyu mengatakan, penindakan terhadap pengendara yang masuk jalur cepat di Jalan Raya Margonda, merupakan tindak lanjut dari sosialisasi kanalisasi di jalan tersebut. Menurutnya, masih ada sejumlah pengendara yang tidak mematuhi lalu lintas di jalur Kawasan Tertib Lalu Lintas.

“Kami menemukan masih ada pengendara yang melintas di jalur cepat,” ujar Nanang Wahyu kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Nanang menjelaskan, pengendara yang melintas di jalur cepat diberikan penilangan. Dari hasil giat tersebut, dilakukan penindakan sebanyak 250 pengendara yang melintas di jalur cepat. Pengendara yang melintas diberikan surat tilang, untuk diproses sesuai ketentuan hukum lalu lintas.

Operasi penindakan terhadap pengendara sepeda motor maupun angkot yang masuk jalur cepat. Ini supaya memberikan edukasi kepada pengendara untuk tertib lalu lintas. Menurutnya, tertib lalu lintas dapat menghindari masyarakat dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Margonda.

“Kami meminta masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan menggunakan jalan yang sesuai peruntukannya,” terang dia.

Sementara itu, salah seorang pengendara, Sobirin mengaku, masuk jalur cepat dan mendapatkan penindakan dari Satlantas Polres Metro Depok, merupakan murni kesalahannya. Alasan dia, masuk jalur cepat lantaran melihat pengendara sepeda motor lain.

“Saya ikut motor di depan saya ke jalur sebelah kanan (cepat), tapi pas di depan ada polisi lagi razia,” ucap Sobirin.

Sobirin mengatakan, menyetujui adanya penindakan di jalur cepat, apabila penindakan tersebut untuk mengurai kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Apalagi, kedepannya di Jalan Raya Margonda akan diberlakukan penilangan elektronik, guna menertibkan kendaraan dalam berlalu lintas.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds