Masih Ditempati Masyarakat, Kemenag Siapkan Anggaran Pembebasan Lahan UIII

Suasana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kawasan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya.

Suasana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kawasan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Kementerian Agama (Kemenag) masih merumuskan untuk membebaskan lahan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang sejumlah lahannya masih dikuasai oleh warga dan menduduki lahan tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan UIII, Encep Dimyati mengatakan, pihaknya akan segera membebaskan lahan UIII yang masih ditempati masyarakat.

Dia juga menyampaikan sudah mendapat tembusan dari instruksi Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 60 hektare, yang merupakan bagian dari rencana pembangunan kampus UIII di Depok.

“Arahan Wapres, Kemendag dan Kemenkeu diminta segera menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan tahun 2020 seluas 30 hektare, dan anggaran pembebasan lahan tahun 2021 juga seluas 30 hektare,” kata Encep.

Dia menyampaikan Kampus UIII berdiri di lahan seluas 142,5 hektare, 90 hektare di antaranya dihuni oleh warga setempat, sehingga perlu dilakukan penggusuran. Pembebasan lahan tahap pertama seluas 30,7 hektare, sebanyak 65 rumah warga digusur telah selesai pada November 2019 lalu.

Sementara pembebasan lahan tahap kedua seluas 30 hektare ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 pada Desember. Sisanya, lahan seluas 30 hektare diharapkan selesai dibebaskan pada 2021.

Total, demi pembangunan kampus ini, ada 366 bidang lahan yang harus dikosongkan. Selebihnya, merupakan lahan milik Radio Republik Indonesia (RRI).

Sementara itu, salah satu warga yang bertahan di lahan yang masuk dalam gambar proyek pembangunan UIII di Kota Depok, Amir menyampaikan, belum ada kelanjutannya komunikasi antara pemerintah dan warga. Selama ini warga tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Dia mengatakan, belum ada kelanjutannya, pihaknya mengaku masih menunggu.

“Kami bertahan bukan menghambat, kami memang sedang tunggu prosesnya,” kata Amir.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds