Update Corona di Depok: Positif 16, Tujuh Sembuh, Satu Meninggal

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Virus pembunuh yang menyerang pernafasan tak henti-hentinya menghujani Kota Depok. Rabu (12/8/2020), berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok di https://ccc-19.depok.go.id/. Didapati ada penambahan terkonfirmasi positif, sembuh dan meninggal.

Dari data yang ada 16 warga yang positif Covid-19, tujuh warga sembuh dan yang meninggal tambah satu warga. Bila di jumlah saat ini sudah ada 1.488 positif, sembuh 1.094 dan meninggal ada 54 jiwa. Tentu dengan adanya penambahan tersebut korona bukan hal yang patut diremehkan.

Walikota Depok Mohammad Idris menjelaskan, salah satu penyebab warga Depok rawan terjadi penularan covid-19, karena letak geografis yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Bogor.

“Kota Depok di sebelah utara berbatasan dengan Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Sebelah timur berbatasan dengan Kota Bekasi dan sebelah barat dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Dengan demikian, secara geografis rawan terjadi penularan,” kata Idris, Rabu (12/8).

Kemudian faktor lainnya, kata walikota, warga Depok yang bersifat commuter. Sekitar 1 juta lebih masyarakat Depok mencari nafkah di Jakarta dan sekitarnya dengan rata-rata usia produktif.

Selain itu, sejumlah pabrik di Kota Depok juga menjadi faktor yang mendongkrak angka penularan. Sebab, sekitar 60% karyawan pabrik merupakan warga luar Depok.

Tak hanya itu, sambung Mohammad Idris, kedisiplinan masyarakat juga sudah berkurang. Saat ini suasananya sudah seperti kembali normal. Untuk itu, dia ingin adanya kebijakan bersama antara pusat dan kepala daerah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Dengan adanya kebijakan ini agar bisa terintegrasi percepatan penanganan covid-19, sehingga menjadi tanggung jawab bersama. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan,” ucap dia.

Sebelumnya juga Kota Depok masuk zona merah dan kemudian langsung turun ke zona orange. Penurunan itu Berdasarkan data 10 Agustus 2020, status risiko indikator epidemiologi dengan skor indikator epidemiologi Kota Depok yaitu 1.71 (tinggi) menjadi 1.86 (sedang).

Kota Depok juga terus bergerak dengan Rangka Launching Gerakan Dua Juta Masker, di Aula Kantor Kecamatan Tapos, Kamis (12/8/2020).

(RD/hmi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds