Biaya Umrah Berpotensi Naik

Ilustrasi Ibadah Haji.

Ilustrasi Ibadah Haji.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Ketika penyelenggaraan umrah nanti dibuka oleh pemerintah Arab Saudi, biaya umrah pun berpotensi naik. Sebab, Saudi menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Serta dampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Meski begitu, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok masih menunggu arahan dan instruksi dari pusat terkait hal itu.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Hasan Basri mengaku, belum mengetahui pasti informasi tersebut. Pihaknya masih menunggu instruksi Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

“Itu masih simpang siur, belum ada informasi pasti,” ucap Hasan kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Rabu (12/08/2020).

Dalam waktu dekat lanjut Hasan, pihaknya akan mengikuti rapat dengan Kanwil Jabar. Diketahui, tahun ini keberangkatan jamaah umrah harus ditunda. Langkah tersebut sebagai pencegahan agar wabah virus Covid-19 tidak masuk ke Arab Saudi. Efek dari penghentian tersebut, sekitar 13 KBIHU harus menunda perjalanan umrahnya.

Terpisah, Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan, di dalam aturan yang lama, besaran PPN di Saudi dipatok 10 persen. Perinciannya, lima persen untuk pemerintah pusat dan lima persen untuk pemerintah daerah di sana.

“Sekarang (pemerintah, red) pusat 15 persen dan pemda lima persen,” kata Syam, beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, total PPN yang berlaku saat ini di Saudi 20 persen atau naik 100 persen dibanding ketentuan PPN sebelumnya. Dia belum mendapat kabar secara pasti pelayanan apa saja di Saudi yang nanti terkena ketentuan PPN sebesar itu. Namun, hampir bisa dipastikan pelayanan umrah yang vital seperti hotel dan transportasi darat selama di Saudi dikenai tarif baru PPN tersebut.

Kenaikan PPN itu, kata Syam, tentu berdampak pada harga umrah yang dijual di Indonesia.

“Walaupun (kenaikan, red) tidak besar, menaikkan harga jual juga,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds