Awas Tilang Elektronik, Polres Metro Depok: Motor Masuk Jalur Cepat Akan Ditilang

Petugas gabungan dari Satlantas Polrestro Depok dan Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Depok melakukan sosialisasi mengenai kanalisasi jalur cepat lambat serta sistem tilang elekronik di kawasan Jalan Margonda Raya, Rabu (12/8/2020).

Petugas gabungan dari Satlantas Polrestro Depok dan Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Depok melakukan sosialisasi mengenai kanalisasi jalur cepat lambat serta sistem tilang elekronik di kawasan Jalan Margonda Raya, Rabu (12/8/2020).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Jajaran Polres Metro Depok bersama Dinas Perhubungan yang tergabung dalam Forum Lalu Lintas, melakukan sosialisasi Tilang Elektronik (E-TLE) dan Kanalisasi Jalan. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Jalan Margonda, Rabu (12/8/2020).

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan, sosialisasi E-TLE dan kanalisasi sebagai pengingat pengendara dan pengguna jalan di Kota Depok, khususnya di Jalan Margonda Raya. Menurutnya, di jalan tersebut disediakan dua jalan yang dapat digunakan pengendara.

“Jalan Margonda raya terdapat dua jalur, yakni jalur khusus roda dua dan angkutan, serta jalan pribadi,” ujar Azis kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Azis menjelaskan, untuk pengendara sepeda motor dan angkutan dapat menggunakan jalan di sebelah kiri. Sedangkan pengguna kendaraan pribadi dapat menggunakan jalan di sebelah kanan. Pemisahan jalur tersebut dilakukan untuk menghindari kemacetan di Jalan Margonda Raya.

Sosialisasi dilakukan guna mengingatkan bahwa Satlantas Polres Metro Depok akan memberlakukan E-TLE pada bulan depan. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk menyiapkan kesiapan masyarakat, apabila pemberlakukan E-TLE diberlakukan.

“Tilang elektronik bukan hanya untuk menindak, namun untuk keselamatan guna mengurangi angka kecelakaan,” terang Azis.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Depok, Kompol Erwin Aras Genda menguatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait pengguna jalan maupun pengendara di Kota Depok, khususnya Jalan Margonda Raya. Menurutnya, masih banyak pengendara yang kurang paham penggunaan jalur lambat dan jalur cepat.

“Tentunya sangat membahayakan buat pengendara karena jalur cepat itu jalur yang digunakan kendaraan roda empat dengan kecepatan tinggi,” ujar Erwin kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Erwin mengungkapkan, apabila sepeda motor melintas di jalur cepat dengan zigzag, tentunya akan membahayakan pengguna jalan dan terjadi laka lantas. Menjelang pelaksanaan E-TLE, sepeda motor yang memasuki jalur cepat secara otomatis akan terlihat kamera dan pelanggarannya akan diproses.

Nantinya, lanjut Erwin, nantinya akan di pasang CCTV salah satunya di lampu merah medan sembilan atau pertemuan jalan Margonda Raya dengan Jalan Juanda Raya. Nantinya pelanggaran tersebut akan terlihat dan di proses penilangan.

Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan sosialisasi selama satu pekan. Rencananya pekan depan akan ada penilangan secara manual terhadap pelanggaran jalur cepat dan jalur lambat.

“September sudah disiapkan dengan tilang elektronik,” tutupnya.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds