DPRD Kota Depok: Pelaku Pelecehan Seksual Harus Kena Efek Jera

Kerumunan warga saat menggiring pelaku pelecehan seksual yang meninmpa enam anak di bawah umur, terjadi di kawasan Cipayung.

Kerumunan warga saat menggiring pelaku pelecehan seksual yang meninmpa enam anak di bawah umur, terjadi di kawasan Cipayung.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Maraknya kasus pelecehan seksual, terutama yang menimpa anak-anak menjadi keprihatinan sejumlah pihak. Sepanjang tahun 2020 ini, sekitar lima peristiwa pelecehan seksual terjadi.

Terkait kasus tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok T Farida Rachmayanti mengaku, sangat prihatin dengan adanya kejadian tersebut. Ia menilai, masalah perlindungan anak adalah masalah kita bersama. Mulai dari orang tua, keluarga, lingkungan warga, masyarakat, dan tentunya pemerintah.

Kemudian setelah keluarga, sebagai lingkungan sosial terkecil yang ramah anak, Depok telah membuat lingkungan skala RT dan RW, yang dikenal dengan RT dan RW ramah anak.

“Ini harus diefektifkan dengan melibatkan semua pihak, orang dewasa. Demikian juga lingkungan, baik sekolah atau sarana pelayanan publik lainnya,” ucap Farida kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Selasa (11/08/2020).

Farida melanjutkan, khusus untuk kasus pelaku harus kena efek jera sesuai hukum yang berlaku. Namun, di sisi lain sistemnya terus secara bertahap perlu dikokohkan. Ia menegaskan, tidak ada kota yang tidak punya masalah anak. Namun, yang terpenting adalah kesungguhannya untuk terus merangkai komitmen bersama, agar kebijakan pembangunan dan pelayanan publiknya ramah anak.

“Pada sisi lain program ketahanan keluarga yang sudah berjalan bisa lebih diperluas jangkauannya. Seperti sekolah ayah bunda, konseling gratis Puspaga, sekolah pra nikah dan lain-lain. Sehingga keluarga dapat menjalankan fungsi utama, dan pertamanya mengasuh dan mendidik generasi,” tutur Farida.

Loading...

loading...

Feeds