Rekonstruksi Pembunuhan di Apartemen Depok, Korban Disetuhuhi Dulu Baru Dihabisi Pakai Palu

Polres Metro Depok saat melakukan reka adegan di Aparteman Margonda Residance V Kota Depok, Jumat (7/8/2020).

Polres Metro Depok saat melakukan reka adegan di Aparteman Margonda Residance V Kota Depok, Jumat (7/8/2020).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Adegan demi adegan dilakukan FM saat Polres Metro (Polrestro) Depok merekonstruksi pembunuhan AO, Jumat (7/8/2020). Di kamar 2119 Apartemen Margonda Residance V FM begitu lihat dan trampil mempraktekan 21 adegan saat menghabisi nyawa kekasih hatinya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani mengatakan, rekonstruksi disaksikan keluarga korban dan pihak kejaksaan, guna memastikan dan kesamaan keterangan pelaku FM terhadap AO. Pembuktian tersebut nantinya, akan digunakan untuk pelaksanaan sidang FM terkait kasus yang dilakukannya.

“Kami melakukan 21 adegan guna menyamakan keterangan pelaku,” ujar Wadi Sabani kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Jum’at (07/08/2020).

Wadi Sabani menjelaskan, dari hasil rekonstruksi tersebut, Polres Metro Depok menemukan adegan baru yang berbeda dari keterangan pelaku. Adegan tersebut yakni, FM melakukan persetubuhan dengan AO sebelum menghabisi nyawa korban. Hal itu sesuai dengan hasil visum terdapat sprerma dari korban.

Tidak hanya itu, lanjut Wadi, kekerasan yang dilakukan tersangka pada awalnya hanya mengaku memukul kepala korban sebanyak tiga kali. Namun pada rekonstruksi, tersangka memukul lebih tiga kali sehingga sesuai dengan hasil visum.

“Kita bandingkan dengan hasil visum dibagian kepala yang memang parah karena banyak pendarahan di kepala dan disekujur tubuh,” terang Wadi.

Atas tindakan yang dilakukan FM selain membunuh. FM sempat mengambil barang berharga milik korban. Hal itu membuat tersangka FM dijerat pasal 340, 338 atau 336 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Rekonstruksi yang dilakukan Polres Metro Depok untuk menjadi penguat dalam persidangan. Hal itu disebabkan keterangan saksi yang sedikit, sehingga menguatkan keterangan dengan hasil visum Et Repertum dari korban. Setelah dilakukan rekonstruksi pihaknya akan menganalisa untuk disesuai dengan BAP pemeriksaan tersangka.

“Tersangka memang resedivis karena pernah menjalani hukuman di LP Cipinang selama satu tahun,” tutup Wadi Sabani.

(rd/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds