Pandemi Covid-19, Kemenag Depok Minta Khutbah Jumat Harus Ingatkan Bahaya Covid-19

Sejumlah umat Islam menunaikan salat Jumat berjamaah dengan menerapkan jaga jarak. ANTARA

Sejumlah umat Islam menunaikan salat Jumat berjamaah dengan menerapkan jaga jarak. ANTARA


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pandemi Covid-19 belum hilang. Bahkan, penyebarannya semakin meluas. Demi meminimalisir wabah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok meminta khotib Jumat memberikan khutbah bahaya Pandemi Korona atau Covid-19.

Kepala Kemenag Kota Depok, Asnawi menyampaikan, pencegahan penularan Covid-19 menjadi tanggungjawab umat Islam, khususnya di Kota Depok. Sebagai umat muslim menurutnya tentu masyarakat telah menjalankan pola hidup bersih sesuai ajaran Rasulullah Muhammad.

“Setiap muslim tentunya sudah menjalankan budaya hidup bersih, mulai dari berwudhu yang minimal dilakukan lima kali sehari,” kata Asnawi, kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (06/08/2020).

Selain itu, dia meminta agar pada saat pelaksanaan Salat Jumat di Kota Depok, para Khotib menyampaikan budaya hidup bersih, sesuai dengan ajaran Islam. Ini agar bisa menghalau dan mencegah penularan Covid-19 di Kota Depok.

“Saya menghimbau agar Khotib juga menyampaikan khutbah untuk tetap menjaga kesehatan dan protokol kesehataan, guna mencegah penularan Covid-19 di Kota Depok,” terang Asnawi.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Assalam Kecamatan Cipayung, Ahmad Yani mengatakan, persiapan protokol kesehatan dalam menjalankan Salat Jumat pertama di Masjid Jami Assalam, sudah dilakukan.

Menurutnya, pertimbangan mengadakan ibadah Salat Jumat pertama pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), berdasarkan musyawarah warga dan tokoh agama yang berada di lingkungan masjid dengan melibatkan lurah dan camat.

“Kami berikan tanda di shaf salat, selain itu, jarak jamaah juga kami atur,” kata Ahmad Yani.

Risiko menetapkan protokol kesehatan, ruang masjid menjadi tidak menampung jamaah yang hadir. Untuk mengantisipasi, DKM juga menyediakan lahan parkir guna dijadikan tempat salat, dengan memberikan jalur shaf, dan batas antar jamaah.

“Kalau menerapkan protokol kesehatan, kami juga menyediakan lahan parkir bagi jamaah yang tidak bisa melaksanakan salat di dalam masjid,” beber dia.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds