MUI Kota Depok: Salat Idul Adha Maksimal 20 Menit, Sembelih Hewan Kurban Patuhi Protokol Kesehatan

Pekerja memberi makan sapi hewan kurban di salah satu tempat pedagang hewan kurban, di Jalan Akses UI Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Pekerja memberi makan sapi hewan kurban di salah satu tempat pedagang hewan kurban, di Jalan Akses UI Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pasca dikeluarkannya tata cara pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha oleh Kementerian Agama (Kemenag), giliran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mengeluarkan Fatwa Nomor 06 Tahun 2020 tentang pelaksanaan ibadah salat Idul Adha dan Panduan Ibadah Kurban pada situasi pandemi Covid-19.

Ketua Umum MUI Kota Depok, KH. Dimyati Badruzzaman mengatakan, MUI mengizinkan pelaksanaan salat Idul Adha di masjid yang berlokasi di zona hijau. Meski begitu ia mengingatkan pada pelaksanaannya harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Waktu salat Idul Adha dilaksanakan seefisien mungkin, maksimal 20 menit,” kata Dimyati.

Selain itu untuk mencegah penyebaran Covid-19, jamaah yang melaksanakan salat di masjid yaitu warga yang berada di wilayah masjid. Artinya, warga yang berada di luar wilayah atau berdomisili di luar lingkungan sekitar masjid, tidak diperkenankan salat di masjid tersebut.

Kemudian, bagi warga yang sedang sakit serta anak-anak (yang belum baligh) juga tidak diperkenankan melaksanakan salat Id di masjid.

“Bagi orang yang sedang sakit dan anak-anak yang belum baligh tidak diperkenankan mengikuti salat Idul Adha,” katanya.

Terkait penyembelihan hewan kurban, Dimyati meminta agar kegiatan tersebut dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Sedangkan yang bukan di RPH, wajib mengikuti pedoman teknis pemotongan hewan kurban. Pendistribusian daging kurban juga disesuaikan dengan yang tercantum dalam fatwa tersebut.

Hal itu untuk meminimalisir kerumunan, dan warga penerima manfaat maupun warga yang berkurban agar tidak hadir saat proses penyembelihan. “Semoga syiar ibadah Idul Adha tetap semarak, dengan tetap patuh pada protokol kesehatan,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Kemenag Kota Depok, H. Asnawi mengatakan, pada Idul Adha mendatang diharapkan masyarakat dan pemuka agama bisa menyesuaikan penerapan protokol kesehatan, untuk pencegahan penularan dan penyebaran virus Covid-19 yang ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.

“Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban nantinya tetap memperhatikan protokol kesehatan, juga sesuai tuntunan agama Islam. Sekaligus meminimalisir kerumunan,” tutur Asnawi kepada Radar Depok, beberepa waktu lalu.

Loading...

loading...

Feeds