Kota Depok Masih Zona Kuning Covid-19, KBM di Sekolah Belum Dibolehkan

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Kota Depok hingga Kamis (9/7/2020) masih termasuk zona kuning Covid-19 di Jawa Barat. Sedangkan satu daerah yang masuk zona hijau atau bebas Covid-19 (level 1), hanya Sukabumi. Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil.

Selain satu daerah zona hijau Covid-19, Emil—sapaan—Ridwan Kamil menuturkan, Jabar mempunyai sepuluh daerah zona Biru (level 2), dan 16 daerah zona Kuning (level 3).

“Ini menunjukkan, kita tidak bisa berleha-leha, diam. Semua harus tingkatkan kewaspadaan, karena Covid-19 ini panjang urusannya,” kata Emil, Kamis (9/7).

Perlu diketahui, daerah yang tetap berada di zona Biru adalah Kabupaten Cianjur, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, Kota Banjar dan Kota Tasikmalaya. Sementara daerah dari zona Kuning ke zona Biru, yaitu Kabupaten Sukabumi dan Kota Bandung.

Adapun delapan daerah yang turun dari zona Biru ke zona Kuning adalah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Ciamis, Cirebon, Pangandaran, Subang, Kota Cimahi, dan Kota Cirebon. Delapan daerah lain yang berada di zona Kuning, yakni Kabupaten Bekasi, Bogor, Garut, Indramayu, Karawang, Kota Bekasi, Bogor dan Depok.

Emil menegaskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah hanya diizinkan di daerah dengan zona Hijau yakni Kota Sukabumi. Sementara itu, zona Biru ke bawah masih belum diperkenankan KBM di sekolah.

“Kurikulum sekolah memang mulainya 13 Juli 2020, tapi pertemuan fisiknya kan tidak boleh kecuali masuk zona Hijau yang sudah diizinkan atas koordinasi gugus tugas provinsi dan pusat,” tegasnya.

Ia mengingatkan sekolah swasta yang tidak dalam kendali langsung pemerintah tidak boleh ada kegiatan belajar fisik. Saat ini yang baru diizinkan melakukan pertemuan fisik yaitu sekolah di Kota Sukabumi yang sudah zona Hijau di Jabar.

Sebelumnya, penambahan kasus Covid-19 di Jabar berdasarkan data Gugus Tugas BNPB pecah rekor. Per Kamis (9/7) jumlah positif Covid-19 mencapai 962 orang. Melalui unggahan akun Instagram, Emil mengatakan, penambahan kasus itu karena kasus Covid-19 di institusi kenegaraan.

Institusi kenegaraan yang dimaksud Emil adalah Secapa TNI AD yang terletak di Bandung. Di sana, berdasarkan data BNPB, ada 1.262 taruna dan pelatih yang positif Covid-19.

“Karena berada di satu titik, secara teknis bisa dilokalisir dan memudahkan karantina. Gugus Tugas sedang lakukan tracing-testing kepada keluarga dan warga di sekitar lokasi,” terangnya.

Lebih lanjut Emil mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19, khususnya di Jabar.

“Mari semua warga, jaga protokol Covid-19 dengan disiplin dimanapun kita berada, karena perang dengan Covid-19 ini masih jauh dari usai,” kata dia.

Terpisah, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Depok masih mengalami perkembangan. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, menemukan dua kelurahan memiliki kasus positif aktif. Atas hal tersebut masyarakat Kota Depok diajak menjaga protokol kesehatan saat beraktifitas, Kamis (9/7).

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya menemukan adanya kelurahan di Kota Depok yang tercatat memiliki kasus positif aktif.

“Dua kelurahan kasus positif aktif di atas lebih dari sepuluh kasus,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok.

Dua kelurahan yang memiliki kasus positif aktif di atas sepuluh berdasarkan data pada 9 juli, yakni Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, dan Kelurahan Cilangkap Kecamatan Tapos. Namun, terdapat 12 kelurahan yang tidak memiliki kasus positif aktif, yaitu Kelurahan Limo, Tirtajaya, Tapos, dan beberapa kelurahan lainnya.

Idris mengungkapkan, penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak sebelas kasus, berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok, ditindaklanjuti dengan Swab dan PCR di Laboratorium RS UI sebanyak sembilan kasus, dan dua kasus merupakan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Kasus konfirmasi sembuh bertambah sembilan orang menjadi 612 orang atau 71,25 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif di Kota Depok.

Selanjutnya, OTG yang selesai pemantauan bertambah 13 orang dan ODP tiga orang, untuk PDP yang selesai pengawasan bertambah tiga orang. PDP yang meninggal berjumlah 121 orang.

“Tidak terdapat penambahan kasus PDP meninggal dibanding hari sebelumnya,” ujarnya.

(RD/jpc/dtc/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds