Tarif Tertinggi Rapid Test Antibodi Rp150 Ribu

Ilustrasi rapid test.

Ilustrasi rapid test.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan Surat Edaran, tertanggal 6 Juli 2020 dengan Nomor: HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi.

Dalam edaran tersebut disebutkan salah satu modalitas dalam penanganan Covid-19 di Indonesia adalah menggunakan rapid test antigen atau rapid test antibodi, pada kasus kontak dari pasien konfirmasi Covid-19.

Rapid test antibodi dapat digunakan untuk menapis adanya infeksi Covid-19 di antara kelompok Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas untuk pemeriksaan RT-PCR, atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab atau VTM).

“Pemeriksaan rapid test hanya merupakan penapisan awal, hasil pemeriksaan rapid test harus tetap dikonfirmasi menggunakan RT-PCR. Sebaliknya, pemeriksaan RT-PCR tidak mengharuskan adanya pemeriksaan rapid test lebih dahulu,” ungkap Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Bambang Wibowo.

Rapid test antibodi banyak dilakukan di masyarakat pada saat akan melakukan aktifitas perjalanan orang dalam negeri. Dapat dilakukan juga di fasilitas pelayanan kesehatan atau di luar fasilitas pelayanan kesehatan, selama dilakukan oleh tenaga kesehatan. Harga yang bervariasi untuk rapid test menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah dalam masalah tarif pemeriksaan rapid test antibodi, agar masyarakat tidak merasa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan,” tandasnya.

Edaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat dan pemberi layanan pemeriksaan rapid test antibodi, agar tarif yang ada dapat memberikan jaminan bagi masyarakat, mudah untuk mendapatkan layanan pemeriksaan rapid test antibodi.

Dirjen Pelayanan Kesehatan meminta pihak terkait menginstruksikan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi untuk mengikuti batasan tarif maksimal.

Di antaranya, batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp150 ribu. Kemudian besaran tarif tertinggi, berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test antibodi atas permintaan sendiri. Pemeriksaan rapid test antibodi dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, dan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan.

“Fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi, dapat mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan,” pungkasnya.

(RD/gun/**/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds