Gugus Tugas Covid-19 Kota Depok Investigasi Rapid Test di Rumah Sakit

Ilustrasi rapid test.

Ilustrasi rapid test.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Polemik adanya rumah sakit yang diduga mengenakan biaya rapid test dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap pasien, disoroti oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, akan melakukan investigasi ke sejumlah rumah sakit yang diduga mengenakan biaya pada pasien rapid test. Dadang melanjutkan, nantinya akan dilihat yang dikenakan tarif apakah merupakan rapid test mandiri atau rapid test program.

Apabila rapid test program, diperuntukan bagi masyarakat dengan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah terdaftar di Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok.

“Kami akan telusuri terkait rapid test yang dikenakan biaya di rumah sakit,” ungkap Dadang Wihana kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Selasa (07/07/2020).

Meski begitu Dadang mengaku, bagi masyarakat yang akan menjalani rapid test mandiri memang dikenakan biaya, dan biaya rapid test di rumah sakit bervariasi. Di sisi lain, Dadang menegaskan, pihaknya tidak dapat mengintervensi terkait biaya rapid test yang dikenakan rumah sakit kepada masyarakat yang menjalani rapid test mandiri.

“Kami sudah distribusikan alat rapid test ke sejumlah rumah sakit. Namun, dikhususkan pada kategori ODP, PDP, OTG. Bukan untuk rapid test mandiri atau kepentingan lainnya,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok ini.

Selain itu, alat rapid test dari Gugus Tugas yang diberikan kepada rumah sakit tidak dikenakan biaya. Tetapi, nantinya akan dilihat ketersediaan alat rapid test di rumah sakit yang pernah diberikan Pemkot Depok.

“Syarat masyarakat untuk mendapatkan fasilitas rapid test gratis, akan disesuaikan data dari tim Gugus Tugas,” terangnya.

Loading...

loading...

Feeds