PPDB Zonasi 2020: Usia Calon Siswa Jadi Penentu

Ilustrasi PPDB online

Ilustrasi PPDB online


Sementara itu, PPDB jalur zonasi di SMP Negeri 14 Kota Depok masih ada saja orang tua yang datang ke sekolah mempertanyakan tentang proses pendaftarannya. Terkait hal itu, Kepala SMPN 14 Depok, Komar Suparman mengatakan, semua jalur di PPDB tahun 2020 dilakukan secara online.

“Masih ada orang tua datang ke sekolah menanyakan proses pendaftarannya. Tapi kami tidak bisa menerima, karena semua dilakukan secara online,” tegas Komar.

Pada PPDB 2020, pihaknya menerima 352 siswa dengan total sebelas rombel. Sedangkan untuk jalur zonasi dibuka hanya untuk 50 persennya saja, yaitu 176 siswa.

“Hari pertama pendaftaran dibuka pukul 00:00 sampai 17:00 pada Senin (6/7), total sudah ada 350 lebih pendaftar. Tetapi, untuk penyeleksiannya dilihat dari zonasi domisili pendaftar,” ungkapnya.

Jika nanti didapati zonasinya sama, maka seleksi dilanjutkan berdasarkan usia calon siswa tersebut. Jika usianya semakin dewasa, maka akan diprioritaskan diterima.

“Kalau usianya lebih dari 15 tahun maka itu sudah melebihi masa usia sekolah di jenjang SMP, maka tidak bisa diterima,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, PPDB zonasi merupakan jalur terakhir. Kuotanya pun cukup besar 50 persen, bagi nilai poinnya sama maka akan dilihat usia jika zonanya sama.

“Saya harap di PPDB zonasi ini sesuai dengan tempat tinggal. Daftar bisa di rumah, karena online. Kalau pun tidak punya fasilitas di rumah, maka dibantu dari sekolah asal. Tapi tetap perhatikan protokol kesehatan,” ungkap Thamrin kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (06/07/2020).

Thamrin menegaskan, PPDB zonasi bisa dipantau setiap saat terkait masuk atau tidaknya anak. Karena daya tampungnya (di negeri, Red) terbatas, ia berharap orang tua segera mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta.

“Tinggal bagaimana kita memberikan pendidikan. Daya tampung terbatas di negeri,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, pada 13-15 Juli setelah PPDB akan dilangsungkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilakukan secara virtual, serta persiapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Disdik meminta semua sekolah melaksanakan persiapan menyusun perangkat pembelajaran dimasa pandemi.

“Pelaksanaan selama satu semester kita sudah menuangkan resmi, akan dilaksanakan pola PJJ. Sehingga satu semester ini tuntas. Pada situasi ini kita utamakan keselamatan murid dan gurunya,” pungkasnya.

(RD/gun/peb/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds