PPDB Zonasi di Kota Depok Mulai Dibuka, Usia Maksimal 15 Tahun

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Jalur Zonasi di Kota Depok mulai dibuka Senin (6/7) hingga Selasa (7/7/2020), secara online alias daring.

Agar pelaksanaan PPDB Jalur Zonasi berjalan baik, banyak hal yang perlu diperhatikan oleh calon peserta dan panitia PPDB. Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, T Farida Rachmayanti mengatakan, berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, jalur zonasi mendapat kuota terbesar dibandingkan jalur lainnya, seperti prestasi dan afirmasi, yaitu minimal 50 persen.

“Kesuksesan PPDB sangat ditentukan sejauh mana pengelolaan di jalur ini berjalan profesional. PPDB jalur zonasi komitmen terhadap asas non-diskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan,” ungkap Farida kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Farida menilai, pendekatan zonasi ini pada hakikatnya bertujuan positif, yakni ingin mendekatkan anak ke lingkungan sekolahnya, ramah anak. Maka tantangan pelayanan pendidikan di Kota Depok ke depannya adalah menambah jumlah sekolah negeri, dalam hal ini SMP Negeri.

“Perlu dikaji rasio idealnya. Tentunya keseimbangan antara memenuhi harapan keluarga yang ingin menyekolahkan anaknya di negeri, dan eksistensi penyelenggaraan pendidikan oleh swasta,” tegas Farida.

Namun lanjut Farida, ada yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara atau panitia PPDB. Karena pelaksanaan PPDB dilakukan secara daring, maka kesiapan infrastruktur IT-nya harus dipastikan optimal. Terutama hal teknis yang berkaitan dengan penentuan titik ordinat, yang memengaruhi score.

“Selain juga nilai ijazah, kompetisi untuk memenuhi kuota harus fair, sesuai asas yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, alangkah baiknya jika pusat informasi atau hot line pengaduan memiliki durasi jam kerja yang lama. Dibuat dua shift. Sehingga ketika ada kendala teknis pendaftaran online orang tua maupun wali siswa dapat segera melapor dan mendapatkan solusinya.

“Suasana pandemi covid 19 menuntut pelayanan yang lebih empati, agar para orang tua dan keluarga dapat mendaftarkan putra putrinya dengan nyaman,” harapnya.

Loading...

loading...

Feeds