12 Kelurahan di Kota Depok Clear Kasus Positif Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19


POJOKJABAR.com, DEPOK – Perkembangan Covid-19 di Kota Depok terus mengalami perubahan. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok mencatat, sebanyak 12 kelurahan sudah tidak memiliki kasus positif Covid-19, pada Minggu (5/7/2020).

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris menuturkan, perkembangan Coviud-19 mulai mengalami perubahan. Hal itu lanjut Idris, tidak terlepas dari upaya Tim Gugus Tugas bersama masyarakat mencegah penyebaran Covid-19.

“Sebanyak 12 kelurahan sudah tidak memiliki kasus positif,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Ke dua belas kelurahan tersebut, di antaranya Kelurahan Limo, Tirtajaya, Meruyung, Pondok Jaya, Kedaung, Harjamukti, Pangkalanjati Baru, Duren Mekar, Duren Seribu, Bojongsari, dan Bojongsari Baru.

“Tidak adanya kasus positif di 12 kelurahan tersebut, harus dipertahankan agar tidak muncul kasus baru,” tuturnya.

Sementara itu, kelurahan yang masih memiliki kasus positif dapat dilakukan upaya prevent, detect, dan response. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mendorong masyarakat yang melakukan isolasi mandiri, dan isolasi di rumah sakit.

“Itu dilakukan guna mencegah penularan pada lingkungan keluarga dan orang yang kontak erat,” ucapnya.

Meski begitu Idris mengaku, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 13 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program Rapid Test Kota Depok, ditindaklanjuti dengan Swab dan PCR di laboraturium RS UI sebanyak delapan kasus.

Untuk tiga kasus berasal dari laboratorium Labkesda Kota Depok, satu kasus dari Dinkes Provinsi DKI Jakarta, dan satu kasus dari pemeriksaan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

“Untuk kasus konfirmasi sembuh bertambah delapan orang,” terangnya.

Idris mengungkapkan, dengan sembuhnya delapan orang menjadikan kesembuhan total di Kota Depok sebanyak 572 orang atau 70,36 persen. Untuk OTG yang selesai pemantauan bertambah lima orang, ODP dua orang, dan PDP selesai pengawasan sebanyak satu orang.

“PDP yang meninggal berjumlah 118 orang dan tidak ada penambahan dibandingkan hari sebelumnya,” tutup Mohammad Idris.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds