Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Pemotongan Hewan Kurban di Kota Depok Mengacu pada AKB

hewan kurban

hewan kurban


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban diharapkan dapat mengacu pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), hingga dibutuhkan pengaturan kegiatan dalam giat tersebut.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Asnawi mengatakan, pada Idul Adha mendatang diharapkan masyarakat dan pemuka agama bisa menyesuaikan penerapan protokol kesehatan, untuk pencegahan penularan dan penyebaran virus Covid-19 yang ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.

“Pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban nantinya tetap memperhatikan protokol kesehatan, juga sesuai tuntunan agama Islam. Sekaligus meminimalisir kerumunan,” tutur Asnawi kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Menurutnya penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat dimulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging hewan kurban perlu dilakukan penyesuaian prosedur pelaksanaan AKB.

Sehingga diperlukan langkah-langkah aplikatif dan efektif untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan covid-19 di tempat penyembelihan hewan kurban.

“Penerapannya mengacu pada aturan PSBB, dengan memperhatikan jarak dan protokol Kesehatan yang berlaku saat Covid-19,” kata Asnawi.

Menurutnya tempat penyelenggaraan kegiatan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat, kecuali pada tempat.

“Tetapi bagi tempat yang dianggap masih belum aman Covid-l9 oleh Pemerintah Daerah atau Gugus Tugas Daerah, tidak diperkenankan,” kata Asnawi.

Penyelenggaraan salat Idul Adha boleh dilakukan di lapangan/masjid/ruangan dengan persyaratan, menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan, melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan.

Kemudian membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan, menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer di pintu atau jalur masuk dan keluar, menyediakan alat pengecekan suhu di pintu atau jalur masuk.

“Jika ditemukan jamaah dengan suhu >37,5’C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan,” tukas Asnawi.

Selain itu, menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter, mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya. Untuk sedekah, agar panitia tidak mewadahi sumbangan sedekah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Depok, Ahmad Dimyati Badruzzaman, menjelaskan pihaknya masih menunggu instruksi dari MUI pusat, namun demikian akan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Belum ada imbauan dan edaran dari MUI Pusat, masih menunggu,” ucapnya singkat.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds