Dibuka Kembali, Pengunjung Bioskop di Kota Depok Dibatasi 30 Persen

Ilustrasi bioskop di tengah pandemi covid-19.

Ilustrasi bioskop di tengah pandemi covid-19.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemerintah Kota Depok secara bertahap kembali membuka sejumlah aktifitas masyarakat. Pembukaan tersebut meliputi bidang sosial dan ekonomi. Namun, pembukaan tersebut masih mendapatkan pembatasan dari Pemerintah Kota Depok, Kamis (2/7/2020).

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengakatan, berkenaan dengan PSBB Proporsional Tahap II, sejumlah tambahan aktifitas kegiatan sosial ekonomi mulai diperbolehkan. Namun, ada sejumlah batasan yang harus dipenuhi masyarakat dan pihak pengelola.

“Kami menambah beberapa aktifitas masyarakat khususnya di bidang sosial dan ekonomi,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Idris menjelaskan, sejumlah kegiatan yang diperbolehkan dan dibatasi jumlah kapasitasnya, seperti posyandu, wisata alam, bioskop dengan kapasitas maksimal 30 persen, salon/barber shop.

Untuk kegiatan seminar, workshop, bimtek, diklat dengan kapasitas maksimal 30 orang. Pertemuan keagamaan diberikan peserta maskimal 50 persen dari kapasitas ruangan, ujian masuk Perguruan Tinggi, ojek online membawa penumpang.

Seluruh aktifitas tersebut dilaksanakan dengan pengaturan dan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Idris mengingatkan, kepada pihak yang berkepentingan, sebelum dimulainya aktifitas agar berkoordinasi aktif dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Idris menekankan, kegiatan baru dapat dimulai apabila seluruh protokol, sarana dan prasarana sudah terpenuhi.

“Apabila dalam pelaksnaannya terdapat ketidaksesuaian dengan protokol, pihaknya akan memberikan penindakan berupa sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas pria yang juga menjabat Walikota Depok ini.

Meanurutnya, penambahan kasus konfirmasi positif hari ini sebanyak empat kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok, kemudian tes Swab dan PCR di Laboratorium RS UI. Diketahui, sebanyak tiga kasus dan satu kasus merupakan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Adapun kasus konfirmasi yang sembuh, lanjut Idris, bertambah tujuh orang menjadi 544 orang atau 69,92 persen, dari seluruh kasus konfirmasi positif di Kota Depok.

Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) yang selesai pemantauan bertambah 38 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 23 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah satu orang.

“PDP yang meninggal saat ini berjumlah 116 orang, tidak terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya,” tutupnya.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds