Delapan Orang Selamat, Polres Metro Depok Terus Buru Pelaku Penculikan Anak

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Jajaran Polres Metro Depok terus memburu pelaku penculikan anak-anak di Kota Depok. Sebelumnya, empat anak berhasil ditemukan selamat dan dikembalikan ke orang tuanya masingmasing.

Awalnya, delapan orang anak diduga dibawa dan diajak bermain turnamen game online. Setibanya di fly over Universitas Indonesia, empat orang berhasil melarikan diri, dan empat anak lainnya dibawa pelaku.

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah menuturkan, setelah mendapat laporan dari warga dan sejumlah orang tua, kemudian dilakukan pengecekan. Pertama polisi melakukan pengecekan anak yang berisiko melarikan diri, lalu didatangi pula orang tua korban yang ketika itu belum sempat ditemukan.

“Kemudian kami tanya mereka dibawa kemana, dilakukan apa, ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan dari korban yang sudah pulang,” ucapnya kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Dari situ kemudian pihaknya melakukan penyisiran, salah satunya berhasil menyisir ke satu lokasi di Pasar Induk Keramat Jati. Ternyata di sana ada beberapa rombongan anak, yang diduga kemarin sempat menjadi bagian dari dugaan penculikan.

“Korban langsung kami amankan, pelakunya masih melarikan diri. Sampai saat ini masih kami kejar. Yang paling penting seluruh korban selamat, bisa kami kembalikan ke orang tuanya masing-masing,” tuturnya.

Kemudian pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran apakah mereka dilakukan sesuatu yang tidak baik terhadap anak-anak itu, tetapi berdasarkan pemeriksaan hingga saat ini hanya sebatas dibawa lari saja.

“Tentu tetap kita jaga anak-anak tersebut dan akan kami kejar pelakunya, agar tidak muncul calon korban-korban berikutnya,” tandasnya.

Karena menggunakan angkot, lalu polisi mengejar ke sejumlah terminal. Dan ditemukanlah empat anak di Pasar Induk Keramat jati.

“Kalau untuk pelakunya, karena minim ciri-cirinya, saat itu juga sebenarnya ada di sekitar itu,” terangnya.

Azis menjelaskan, anak-anak tersebut diancam akan dibunuh jika berani melarikan diri.

“Yang berhasil kabur itu mereka saat menunggu angkot berhasil melarikan diri. Sisanya tidak sempat karena takut. Anak-anak tersebut ada di kisaran usia 12 hingga 13 tahun, ada dua orang perempuan,” pungkasnya.

(RD/tul/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds