4.200 Bansos Jabar di Kota Depok Diretur

Petugas pos menata logistik bantuan sosial untuk warga yang terdampak perekonomiannya akibat virus Korona dari pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kantor Pos Depok Timur, Kecamatan Sukmajaya.

Petugas pos menata logistik bantuan sosial untuk warga yang terdampak perekonomiannya akibat virus Korona dari pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kantor Pos Depok Timur, Kecamatan Sukmajaya.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mesti gerak cepat sebelum ribuan bantuan sosial (Bansos), benar-benar terbengkalai. Sebelumnya, terdapat 300 kilogram (Kg) telur yang dimusnahkan akibat busuk. Dan kini ada 4.200 paket sembako menjadi retur di gudang penyimpanan.

Kepala Kantor Pos Depok, Dicky Hendrawansyah menyebut, 4.200 Bantuan Provinsi (Banprov) yang terbengkalai ternyata terjadi retur. Karena penerima mengalami beberapa hal, baik pindah alamat, meninggal tanpa ahli waris, atau menerima dua kali bantuan.

”Sekali lagi saya luruskan, ini bukan terbengkalai tapi retur. Semua banprov masih kami simpan di gudang Balai Rakyat Depok 2, untuk menunggu arahan dari provinsi mau diapakan atau dikemanakan,” jelas Dicky Hendrawansyah kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Minggu (28/06/2020).

Menurutnya, terkait telur yang dimusnahkan sekitar 300 kilo. Dicky menjelaskan, itu hanya sebagian kecil karena sekitar 3.900 kilo telah disalurkan ke yayasan yatim piatu, dhuafa, dan lainnya. Sebab telur itu memiliki masanya, sehingga bisa busuk bila Banprov yang retur tidak segera disebarkan.

”Setelah kami koordinasi dengan pihak provinsi, telur segera disalurkan. Dan sembako Banprov yang retur masih tersimpan di gudang belum disalurkan,” paparnya.

Dalam satu dus Banprov tersebut, terdapat satu paket sembako berupa 10 kg beras, 2 kg telur, minyak sayur, vitamin, makanan cepat saji, serta uang tunai sebesar Rp150 ribu.

Penerima Banprov di Kota Depok sebanyak 47. 000 orang, yang sudah disalurkan tercatat ada 43.000 orang. Sisanya adalah Banprov yang retur, karena berbagai alasan. Sehingga masih tertahan di gudang Balai Rakyat Depok 2, Kecamatan Sukmajaya.

”Jadi sekitar 90-95 persen sudah kami salurkan. Intinya masih menunggu arahan mau dikemanakan sisanya yang retur tadi,” ungkap Dicky.

Soal paket Banprov yang mengalami kerusakan sehingga dinilai menjadi terbengkalai. Dia menampik dari ribuan dus yang tersimpan di gudang hanya sekitar 20 dus, yang mengalami kerusakan akibat proses di perjalanan, minyak sayur yang bocor, atau terkana air karena hujan.

”Kita sudah lapor bahwa ada kemasan yang rusak agar diganti dan diperbaiki. Nanti Bulog yang akan lakukan perbaikan atau pergantian beberapa item yang rusak,” tegasnya.

Sementara, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, berkenaan dengan paket bansos Provinsi Jawa Barat yang diberitakan banyak membusuk. Dengan ini disampaikan bahwa tanggung jawab distribusi bansos Provinsi Jawa Barat adalah lembaga yang secara resmi ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini Kantor Pos.

Dengan demikian Kantor Pos yang bertanggungjawab terhadap pendistribusian Bansos Provinsi Jawa Barat, hingga ke penerima manfaat sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan.

“Akan tetapi jika ditemukan kendala dengan data penerima, Kantor Pos dapat juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Depok,” tandasnya.

(RD/arn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds