Cegah Penumpukan Penumpang KRL, HIPMI Kota Depok Sepakat Pengaturan Jam Kerja

Sejumlah pengguna KRL Commuter Line berada di pintu keluar Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoranmas.

Sejumlah pengguna KRL Commuter Line berada di pintu keluar Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoranmas.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Memasuki era normal baru, banyak aktivitas ekonomi yang kembali bergerak. Mobilitas orang pun tak terhindarkan. Tantangannya adalah yang menggunakan transportasi massal.

Guna menghindari penyebaran Covid-19, maka diterapkan sejumlah protokol yang tak jarang malah berdampak memperpanjang waktu tunggu. Pengguna jasa KRL misalnya, harus mengantre berjam-jam untuk memasuki peron sebelum bisa menaiki kereta. PT KCI telah berkali-kali mendorong pengusaha dan pemerintah untuk ikut memikirkan solusi jika ingin ekonomi kembali menggeliat.

Salah satu yang diusulkan adalah mengenai pengaturan jam kerja. Menyikapi hal itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok, Imaduddin Indrissobir mengaku sepakat atas usulan tersebut, namun tetap harus berhati-hati.

“Pada tahap awal ini sepakat diterapkan kehati-hatian. Tidak dibuka penuh, sehingga Covid-19 kembali terkendali,” ungkapnya kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (25/06/2020).

Imaduddin menilai, kebijakan pengaturan jam kerja adalah langkah awal pemerintah menggeliatkan kembali ekonomi, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan dari Covid-19. Dengan dimulainya aktivitas masyarakat, penerapan physical distancing akan sulit dilakukan.

“Untuk itu, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang mengaturnya terutama risiko penularan di moda transportasi umum, seperti KRL,” tegasnya.

Loading...

loading...

Feeds