PT KCI Ingatkan Pengguna KRL Selalu Mengikuti Protokol Kesehatan

Sejumlah pengguna KRL Commuter Line berada di pintu keluar Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoranmas, beberapa waktu lalu.

Sejumlah pengguna KRL Commuter Line berada di pintu keluar Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoranmas, beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Aktifitas perkantoran dan perniagaan di kawasan Jabodetabek mulai menggeliat. Konsekuensinya, tentu semakin banyak orang yang menggunakan moda transportasi umum, salah satunya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Terkait hal itu, PT KCI mengingatkan penumpang KRL untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba menuturkan, dua pekan terakhir tampak lonjakan penumpang di setiap awal pekan. Tercatat, pada Senin (8/6) ada 300.029 pengguna dan Senin (15/6) tercatat ada 342.436 pengguna, atau terjadi peningkatan sekitar 14 persen.

“Jumlah penumpang tersebut merupakan volume tertinggi semenjak diterapkannya PSBB maupun PSBB Transisi. Hari Senin biasanya selalu menjadi hari dengan jumlah pengguna KRL tertinggi,” ungkap Anne dalam keterangannya, Minggu (21/6).

Setelah Senin, lanjut Anne, biasanya volume turun menjadi sekitar 280 ribu pengguna per hari.

“PT KCI memprediksi Senin (22/6) volume pengguna KRL akan kembali naik seiring semakin banyaknya warga yang beraktivitas kembali,” ucapnya.

Ia juga meminta pengguna KRL untuk merencanakan waktu perjalanannya. Sehubungan dengan berbagai protokol kesehatan yang ada, tentu antrean di stasiun akan tetap ada. Di sisi lain PT KCI terus mendukung dan mengharapkan berbagai lembaga, instansi pemerintah, dan dunia usaha untuk menerapkan sistem jam kerja bertahap bagi karyawannya. Misalnya, tahap satu dimulai pukul 07.00 WIB atau 07.30 WIB. Sedangkan tahap dua dimulai pukul 10.00 WIB atau 10.30 WIB.

“Dengan pengaturan jam kerja bertahap, PT KCI berharap antrean di stasiun dapat lebih lancar dan mengurangi waktu tunggu para pengguna KRL,” terangnya.

Hal tersebut sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan data yang dimiliki, persebaran pengguna jasa KRL masih terfokus di pukul 06.00-08.00 WIB pada pagi hari dan pukul 16.00-18.00 WIB di sore hari.

“Selain waktu-waktu tersebut kondisi KRL masih cukup lengang sehingga pengguna KRL bisa dengan leluasa masuk ke dalam KRL tanpa harus antre,” ungkap Anne.

Pada pagi hari, PT KCI juga menyiapkan jadwal kereta dengan pemberangkatan yang bukan stasiun awal, namun termasuk dari stasiun dengan jumlah pengguna KRL terbesar. Pemberangkatan tersedia misalnya dari Stasiun Cilebut, Bojonggede, Citayam, Tambun, dan Sudimara.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, petugas secara rutin membersihkan stasiun dan KRL dengan menyemprotkan cairan desinfektan saat KRL selesai beroperasi dan membersihkan bagian-bagian di dalam KRL yang sering disentuh, seperti gagang dan tiang di dalam KRL.

Tak henti-hentinya PT KCI mengharapkan kerjasama para pengguna KRL untuk terus disiplin dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat di stasiun maupun di dalam KRL. Selalu memakai masker, mencuci tangan, patuhi marka di stasiun dan di dalam KRL agar kita tetap bisa jaga jarak. Melalui disiplin yang tinggi kita tetap bisa terus bergerak, produktif, dan aman.

(RD/jpc/gun/tbn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds