PT KCI Susun Skenario Pola Hidup Baru

Pengguna KRL Commuter Line diperiksa suhu badannya ketika memasuki Stasiun Depok Baru.

Pengguna KRL Commuter Line diperiksa suhu badannya ketika memasuki Stasiun Depok Baru.


POJOKJABAR.com, DEPOK – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang membahas dan menyusun sejumlah skenario dalam menghadapi era New Normal atau pola hidup baru, sebagai penyesuaian di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Beberapa kebijakan baru yang berlaku dan wajib dipatuhi petugas frontliner serta pengguna KRL akan segera dikeluarkan, melengkapi protokol kesehatan yang telah berjalan selama ini.

Protokol yang sudah diterapkan di antaranya, wajib menggunakan masker selama di area stasiun dan di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh penumpang, dan penerapan physical distancing atau jaga jarak sesuai marka di area stasiun.

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengatakan, untuk semakin memungkinkan kondisi jaga jarak ini, pada waktu tertentu saat padat pengguna akan ada penyekatan di sejumlah titik stasiun, sehingga jumlah orang yang berada di peron dan di dalam kereta dapat terkendali.

“Bila diperlukan, petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun,” ungkap Anne kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Saat ini PT KCI juga sudah menyediakan fasilitas wastafel tambahan selain yang telah ada di toilet, agar dapat dimanfaatkan pengguna KRL untuk mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan KRL. Selain itu fasilitas hand sanitizer di stasiun maupun yang dibawa oleh petugas pengawalan di dalam kereta juga tersedia.

Anne mengaku, sebelum pandemi korona seluruh kereta dan stasiun rutin dibersihkan. Baik saat beroperasi melayani penumpang, maupun selepas jam operasional. Pembersihan dilengkapi cairan disinfektan dan penyemprotan rutin di stasiun maupun sarana KRL.

“Permukaan yang rutin disentuh penumpang di stasiun seperti vending machine, gate tiket elektronik, tempat duduk, hingga pegangan tangga dibersihkan sekurang-kurangnya sembilan kali dalam satu hari,” kata Anne.

Untuk menjaga kebersihan ini pula, musala stasiun selama masa pandemi Covid-19 ini tidak menyediakan karpet, sajadah, sarung dan mukena. Kebijakan ini masih akan berlanjut untuk mencegah penularan dari perlengkapan ibadah yang dipakai bersama-sama. Pembahasan kebijakan-kebijakan baru lainnya masih berlanjut secara intensif oleh pihak-pihak terkait, merujuk pada berbagai pedoman normal baru yang telah dikeluarkan pemerintah.

Saat ini yang sudah disampaikan adalah imbauan kepada seluruh pengguna untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon seluler. Karena salah satu penularan Covid-19 melalui droplet atau cairan yang keluar dari saluran mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun berbicara.

“Pengguna KRL kami ajak memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas transaksi tiket non tunai menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, dan aplikasi Link Aja,” tegasnya.

Khusus untuk aplikasi link aja, saat ini telah ada 40 unit gate yang dapat mengakomodir transaksi jenis ini dan jumlahnya akan terus bertambah. Imbauan menggunakan transaksi non tunai ini untuk meminimalisir kemungkinan penularan Covid-19 dari uang tunai yang sangat sering berpindah tangan. Petugas frontliner juga dilengkapi pelindung wajah atau face shield.

Memasuki era new normal, tentu akan semakin banyak masyarakat yang kembali beraktivitas. Namun jika memungkinkan sebaiknya tetap bekerja dari rumah. Untuk meminimalisir resiko, hanya keluar rumah dan gunakan transportasi publik untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.

”Kemudian untuk menghindari antrean, hindari naik KRL di jam-jam sibuk karena akan tetap ada pembatasan jumlah pengguna untuk menjaga physical distancing,” tukas Anne.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds