Tekan Penyebaran Covid-19, 31 RW Se-Kota Depok Siap-siap Diisolasi

Walikota Depok Mohammad Idris saat ditemui wartawan di Balaikota Depok, usai launching Aplikasi Kampung siaga Covid-19, Senin (18/5/2020).

Walikota Depok Mohammad Idris saat ditemui wartawan di Balaikota Depok, usai launching Aplikasi Kampung siaga Covid-19, Senin (18/5/2020).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Nah-nah, warga Depok yang tinggal di 31 RW dari 19 kelurahan se-Kota Depok siap-siap diisolasi. Jurus baru ala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok ini disebut Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) berbasis Rukun Warga (RW). Penyekatan dilakukan demi menekan penyebaran Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, penekanan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, pihaknya bersma tim akan melakukan PSKS berbasis RW. Pemerintah Kota Depok, telah mengidentifikasi RW yang akan masuk dalam PSKS.

“Sebanyak 31 RW akan diterapkan PSKS dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Mohammad Idris kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Selasa (02/06/2020).

Mohammad Idris menjelaskan, 31 RW yang akan diterapkan PSKS dilihat dari 19 Kelurahan yang memiliki kasus konfirmasi aktif sama dengan atau lebih besar dari 6. Nantinya, RW yang ditetapkan PSKS akan diatur protokol khusus seperti dalam PSBB, meskipun wilayah lainnya sudah ditetapkan PSBB Proporsional.

Idris mengungkapkan, 31 RW yang masuk pada PSKS akan diatur prosedur keluar masuk, pemeriksaan Rapid Test/PCR, pemantauan kasus, penyisiran isolasi mandiri, dan sejumlah program lainnya. Selain itu, tim akan diturunkan secara terpadu, dengan melibatkan Satgas Kampung Siaga baik RT/RW dan relawan.

Menurutnya, penerapan PSKS guna memutus rantai penularan Covid-19 pada RW, yang memiliki kasus konfirmasi tinggi.

“Diharapkan penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 dapat segera diturunkan,” ucap pria yang juga menjabat Walikota Depok ini.

Idris menjelaskan, penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak tujuh kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok, kemudian dites Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI. Sebanyak lima orang dan dua orang berasal dari laporan RSUD Pasar Minggu.

Adapun kasus konfirmasi yang sembuh, lanjut Idris, bertambah 22 orang menjadi 262 orang atau 46,45 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok. Selanjutnya, Orang Tnpa Gejala (OTG) yang selesai pemantauan bertambah 30 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) 14 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 11 orang.

Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 85 orang, tidak terdapat penambahan dibandingkan hari sebelumnya. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif.

“Status karena PDP yang meninggal harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI,” beber Idris.

Adapun data Covid-19 Kota Depok pada Selasa (2/6), terdapat 564 orang positif, sembuh 262 orang, meninggal 30 orang. OTG sebanyak 1.865 orang, selesai pemantauan 1.188 orang, masih dalam pemantauan 677 orang. ODP sebanyak 3.739 orang, selesai pemantauan 2.833 orang, dan masih dalam pemantauan 906 orang. PDP sebanyak 1.429 orang, selesai pengawasan 1.012 orang, dan masih dalam pemantauan 417 orang.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds