Seminggu Lagi, Terminal Jatijajar Kota Depok Dibuka

Pengendara sepeda motor melintas di dekat spanduk pemberitahuan mengenai penutupan Terminal Jatijajar yang diperpanjang sampai 7 Juni, Senin (1/6).

Pengendara sepeda motor melintas di dekat spanduk pemberitahuan mengenai penutupan Terminal Jatijajar yang diperpanjang sampai 7 Juni, Senin (1/6).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pengguna transportasi Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), di Terminal Jatijajar Kota Depok harus bersabar. Senin (1/6/2020), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) masih memperpanjang penutupan terminal di Kecamatan Tapos tersebut hingga 7 Juni 2020.

Kepala BPTJ, Polana Pramesti menyebutkan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 116 Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H, Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Terminal Bus yang melayani Bus AKAP dan AKDP meliputi baik yang dibawah pengelolaan BPTJ yaitu Terminal Jatijajar Depok. Penghentian operasi pelayanan tidak berlaku bagi angkutan perkotaan dan lintas wilayah di dalam Jabodetabek.

Sejak tanggal 24 April sampai dengan hari kedua lebaran atau tepatnya 25 Mei 2020, beberapa terminal masih memberikan layanan angkutan perkotaan dan lintas wilayah dalam Jabodetabek.

Perpanjangan penghentian layanan sementara pelayanan ini diharapkan dapat menghambat pergerakan orang yang bermaksud balik atau masuk ke wilayah Jabodetabek. Tentunya yang berpotensi dapat kembali menyebarkan penyakit covid-19, mengingat seluruh wilayah Jabodetabek masih menerapkan Pembtasan Sosila Berskala Besar (PSBB).

“Kami meminta kepada masyarakat yang terlanjur mudik keluar Jabodetabek, untuk menunda terlebih dahulu perjalanan kembali ke Jabodetabek,” ujar Polana.

Namun demikian Polana tetap meminta masyarakat untuk tetap dapat tinggal di rumah. “Jika tidak ada kepentingan mendesak, tahan dulu keinginan untuk berpergian keluar rumah termasuk ke tempat-tempat wisata,” terang Polana.

Menurut Polana, ibadah puasa ramadan sebulan penuh kemarin telah memberikan latihan bagaimana menahan diri dapat menjadi bekal, mengendalikan diri dengan tidak berpergian ke tempat-tempat keramaian yang beresiko dapat menyebarkan covid-19.

Pantauan Radar Depok di lokasi, memang ada spanduk membentang panjang bertuliskan Penutupan Opersional AKAP dan AKDP di perpanjang hingga 7 Juni 2020 di depan pintu masuk.

Salah satu warga Depok yang terlanjur ke Terminal Jatijajar, Rusli Nuryadi mengaku, sangat kecewa ketika datang ke terminal masih tutup. Padahal, pria asal Garut Jawa Barat ini ingin pulang ke kampung halaman, setelah berbulan-bulan menahan diri di Kota Depok.

“Saya harus menahan diri lagi dong. Tapi, tidak apa-apa jika memang ini demi kebaikan bersama,” tandas warga Kecamatan Cimanggis ini.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds