Pemkot Depok Tambah Kuota Bansos Covid-19

Petugas pos menata logistik bantuan sosial untuk warga yang terdampak perekonomiannya akibat virus Corona (Covid-19) dari Pemprov Jawa Barat di Kantor Pos Depok Timur, Kecamatan Sukmajaya, beberapa waktu lalu.

Petugas pos menata logistik bantuan sosial untuk warga yang terdampak perekonomiannya akibat virus Corona (Covid-19) dari Pemprov Jawa Barat di Kantor Pos Depok Timur, Kecamatan Sukmajaya, beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemkot Depok akan kembali menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk warga terdampak pandemic virus Corona (Covid-19). JPS Tahap Kedua ini rencananya disalurkan kepada 30.000 Kepala Keluarga (KK)di Kota Depok.

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pemerintah telah berupaya membantu masyarakat terdampak Covid-19 melalui JPS.

“Pemberian tahap kedua akan di distribusikan pada minggu ini,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Mohammad Idris menjelaskan, selain pemberian JPS kepada 30.000 KK, Pemkot Depok akan memperluas penambahan atau kuota JPS sebanyak 100.000 KK. Tidak hanya itu, JPS pemerintah pusat pada minggu ini juga, akan disalurkan Bansos berupa paket barang kebutuhan pokok untuk 123.881 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Mohammad Idris mengungkapkan, 123.881 KPM tersebut akan diberikan ke Kecamatan Beji sebanyak 10.368 KPM, Kecamatan Bojongsari 7.408 KPM, Kecamatan Cilodong 12.162 KPM, Kecamatan Cimanggis 12.250 KPM, Kecamatan Cinere 3.004 KPM, Kecamatan Cipayung 8.292 KPM, Kecamatan Limo 6.317 KPM, Kecamatan Pancoranmas 16.479 KPM, Kecamatan Sawangan 13.453 KPM, Kecamatan Sukmajaya 17.837 KPM, dan Kecamatan Tapos 16.311 KPM.

Penyaluran bantuan pemerintah pusat dilakukan melalui vendor yang ditunjuk Kementerian Sosial RI. Untuk memfasilitasi masyarakat Kota Depok yang dinyatakan terkonfirmasi positif dan melakukan isolasi mandiri, lanjut Mohammad Idris, dapat melakukan layanan isolasi mandiri di rumah sakit isolasi yang telah bekerjasama dengan Pemkot Depok. Rumah sakit tersebut meliputi RS HGA dan RS Citra Medika, serta RSUD Kota Depok.

“Isolasi tersebut apabila rumah warga terkena Covid-19 tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri,” terang Mohammad Idris.

Adapun data terkini kasus terkonfirmasi Covid-19 pada data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, pada Minggu (10/5). Adapun kasus konfirmasi positif sebanyak 355 orang, pasien sembuh 57 orang, dan meninggal 21 orang.

Untuk OTG sebanyak 1.385 orang, selesai pemantauan 486 orang, masih dalam pemantauan 899 orang. Untuk pasien ODP sebanyak 3.444 orang, selesai pemantauan 1.904 orang, masih dalam pemantauan 1.540 orang. Pasien PDP sebanyak 1.344 orang, selesai pengawasan 625 orang, dan masih dalam pengawasan 719 orang.

Untuk pasien PDP yang meninggal sebanyak 60 orang. Namun status PDP tersebut merupakan pasien yang belum dapat dinyatakan positif maupun negatif. Hal itu harus menunggu hasil PCR, yang dikeluarkan Public Healt Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds