Miliki Sabu-sabu, Dua Polisi di Depok Ini Dituntut Hukuman Mati

JPU telah menuntut Hartono bin TUGIMIN (45) dan Faisal bin Usman (46) dengan hukuman mati, dalam agenda sidang penuntutan yang dilakukan, Kamis (16/4).

JPU telah menuntut Hartono bin TUGIMIN (45) dan Faisal bin Usman (46) dengan hukuman mati, dalam agenda sidang penuntutan yang dilakukan, Kamis (16/4).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Hartono bin Tugimin dan Faisal bin Usman hanya sesekali menoleh kedepan, selebihnya nunduk terdiam. Dua polisi aktif ini tak berkata-kata dalam layar teleconference, saat sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Pria berusia 45 dan 46 itu, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman mati karena kedapatan telah memili narkoba jenis sabu-sabu, Kamis (16/4). JPU, Arief Syafrianto mengatakan, perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Perbuatan kedua terdakwa meresahkan masyarakat, bahkan para terdakwa sudah berkali-kali melakukan perbuatannya. Apalagi, keduanya juga merupakan anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) aktif, yang seharusnya sebagai penegak hukum memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Berdasarkan uraian dan pertimbangan-pertimbangan yang telah dikemukakan di atas dan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku khususnya Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, KUHAP, serta peraturan perundang-perundangan yang bersangkutan, maka kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini menuntut mati,” kata Arief.

Dia menyatakan, terdakwa satu Hartono bin Tugimin dan terdakwa dua Faisal bin Usman terbukti secara sah. Dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor Narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan 1.

Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan kesatu penuntut umum.

Sementara barang bukti yang diamankan berupa 1 (satu) unit minibus merk Toyota HIACE warna silver no Pol DK-9210-FC, 1 (satu) buah Handphone merk Samsung warna hitam, 1 (satu) buah Handphone merk Nokia warna hitam, 1 (satu) buah Handphone merk Oppo warna merah, 1 (satu) buah Handphone merk Samsung warna putih, 1 (satu) buah Timbangan Digital merk HAIDA.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan 20 bungkus plastik klip (kode C1 s/d C.20) masing -masing berisikan kristal warna putih dengan berat netto seluruhnya 91,6870 gram. Dan 8 (delapan) bungkus plastik klip (kode D1 s/d D.8) masing -masing berisikan kristal warna putih dengan berat netto seluruhnya 36,2011 gram.

Sementara, Humas PN Depok, Nanang sidang akan dilanjutkan pada Kamis (23/4) dengan agenda pledoi. “Sidang akan dilanjutkan Kamis depan dengan sistem online, dengan agenda sidang pembacaan pledoi,” singkat Nanang Herjunanto.

(RD/rub/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds