Fokus Penanganan Corona, Pemkot Depok Akan Lakukan Refocusing Pembangunan

Ilustrasi virus corona

Ilustrasi virus corona


POJOKJABAR.com, DEPOK – Akibat Covid-19, kemungkinan besar tahun ini sejumlah pembangunan yang akan dilaksanakan mengalami penundaan maupun pengalihan. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, berencana akan melakukan Refocusing pembangunan di Kota Depok untuk memfokuskan penanganan wabah Virus Corona.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Widyati Riyandani mengatakan, akibat dampak Covid-19, Pemerintah Kota Depok melakukan Refocusing Pembangunan 2020. Nantinya, pemerintah Kota Depok akan mengalihkan sejumlah kegiatan untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok.

“Program yang bukan menjadi prioritas akan diarahkan untuk penanganan Covid-19”, ujar Widyati Riyandani kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (14/04/2020).

Widyati menjelaskan, beberapa bidang sudah di coba untuk mengkaji dan menelaah program 2021, ada substansi penanganan Covid-19 maupun pemulihan pasca Covid-19. Rencananya, Bappeda Kota Depok akan berdiskusi dengan dinas terkait.

Kemungkinan ada peralihan anggaran 2021 dapat terjadi, apabila struktur koreksi anggaran terdapat perubahan. Jika terjadi Refocusing sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri No1 Tahun 2020, maka akan menjadwal ulang sejumlah kegiatan.

“Sebenarnya penanganan Covid-19 telah dianggarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020,” terang mantan Camat Cinere ini.

Menurutnya, anggaran 2021 kemungkinan besar akan digunakan anggaran Recovery, baik di sektor ekonomi, kesehatan, sosial, dan sektor lainnya. Terkait program pembangunan yang terhenti, Bappeda Kota Depok belum dapat memberikan jawaban. Namun, Bappeda Kota Depok akan memberikan laporan dan menginformasikan kepada anggota legislatif.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, Pemerintah Kota Depok akan berkoordinasi dengan anggota legislatif. Saat ini, Pemerintah Kota Depok sedang mengevaluasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan badan anggaran. Pradi menilai, Refocusing tidak dapat dilakukan hanya sekali, namun butuh sejumlah tahapan karena tidak dapat diprediksi.

“Mekanismenya ada di perubahan APBD dengan memformulasikan terkait refocusing,” tutup Pradi.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds