50 Wartawan di Kota Depok Jalani Rapid Test

Suasana pelaksanaan rapid test di RSU Bunda Margonda, Senin (6/4/2020). Radar Depok

Suasana pelaksanaan rapid test di RSU Bunda Margonda, Senin (6/4/2020). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Untuk mendeteksi dini penyebaran virus Korona (Covid-19) di Kota Depok, RS Bunda Margonda melakukan Rapid Test kepada 100 wartawan yang bertugas dan berdomisili di Kota Depok. Test tersebut dibagi ke dalam dua sesi.

Sesi pertama 50 wartawan dites pada Senin (6/4), dan 50 wartawan ditest pada Selasa (7/4). Rapid test yang dilakukan tidak terlalu sulit dan tidak sakit. Wartawan dipanggil sesuai nomor urut yang telah ditetapkan pihak RS Bunda Margonda.

Layaknya mengambil darah untuk cek golongan darah, dokter enusukkan jarum ke salah satu jari. Kemudian darah peserta rapid test diambil menggunakan alat menyerupai sedotan. Kemudian darah dimasukkan ke salah satu alat dengan dua lubang kecil. Satu untuk darah, satu lagi cairan rapid test.

Humas RS Bunda Margonda, Mawar menyebutkan, hasil raid test sebetulnya bisa langsung diketahui. Tetapi pihaknya belum bisa mengeluarkan hasil rapid test tersebut.

“Nanti hasilnya akan kami konsultasikan ke dokter RS Bunda Margonda, dan Dinas Kesehatan Kota Depok,” ungkap Mawar kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Menurutnya, jika memang hasil rapid test positif, namun belum tentu positif covid-19. Tetapi yang bersangkutan akan melaksanakan swab test atau tes PCR untuk mengetahui hasil yang lebih pasti, positif Covid-19 ataukah tidak.

Dia menjelaskan bahwa rapid test Covid-19 adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Korona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Korona. Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, maka tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus korona.

Namun, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

“Jadi, rapid test Covid-19 hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19 (positif atau negatif), tapi reaktif dan non reaktif. Bila reaktif, maka harus dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR,” katanya.

Salah satu wartawan yang bertugas di Kota Depok, Erna Multiningsih mengatakan, dirinya antusias untuk mengikuti rapid test yang dilaksanakan di RS Bunda Margonda.

“Saya ingin mengetahui kondisi tubuh saya, apakah terpapar korona atau tidak, dan ingin merasakan fasilitas yang diberikan pemerintah,” kata Erna.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds