Dukung Perda KTR, Satpol PP Kota Depok Awasi Spanduk Rokok Tak Berizin

Larangan Merokok.

Larangan Merokok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok selaku Satgas penegak Peraturan Daerah (Perda) berkomitmen terus mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di seluruh wilayah Kota Depok.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, pihaknya akan terus menegakkan Perda Nomor 12 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Kota Depok Nomor 3 Tahun 2014 tentang KTR. Sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan yang sehat di Depok.

“Kami akan terus bersinergi dengan perangkat daerah terkait penegakan Perda KTR. Satgas Penegakan KTR, Satpol PP memiliki tugas dan fungsi menegakkan Perda,” ujar Lienda kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Penegakkan Perda dilakukan dengan monitoring dan memantau di lokasi KTR bersama Dinas Kesehatan Kota Depok, serta memonitoring pemasangan iklan rokok di tempat umum. Selain itu, spanduk rokok yang tak berizin akan ditertibkan keberadaannya.

“Kami akan melakukan patroli guna mencegah timbulnya pelanggaran KTR,” tegasnya.

Lienda menuturkan, larangan pemasangan iklan maupun spanduk tentang rokok sudah tertuang pada Pasal 13 Ayat 6, bahwa setiap orang dan/atau badan dilarang menyelenggarakan kegiatan, mengiklankan atau mempromosikan secara tidak ataupun langsung tentang perusahaan produk tembakau atau lainnya.

“Sudah ada larangannya dalam Perda KTR, sehingga jika kami menemukan iklan dan spanduk tentang rokok akan segera ditertibkan,” tambahnya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Depok, Muhammad Fahmi mengatakan, dalam penertiban pihaknya mengerahkan tim Satgas Satpol PP. Seluruhnya tersebar di tiga wilayah Kota Depok.

“Tim kami bagi tiga yaitu Tengah, Barat dan Timur. Mereka bertugas selama 24 jam melakukan pemantauan tentang adanya pelanggaran, salah satunya iklan maupun spanduk rokok,” tandasnya.

Senada, Kepala UPT Pasar Cisalak, Cimanggis, Sutisna mengatakan, pihaknya sudah membuat sosialisasi kepada pengunjung dan pedagang di Pasar Cisalak bahwa pasar tersebut merupakan Kawasan KTR.

“Maka dari itu, tidak diperbolehkan merokok di dalam areal pasar,” Imbuhnya.

Dia menambahkan, Pihaknya juga rutin melakukan monitoring dan patroli di kawasan pasar untuk mencegah terjadinya pelanggaran KTR di sana.

“Kami menerjunkan anggota Tibsar untuk memantau dan memonitoring setiap sudut pasar agar tidak ada yang merokok di kawasan Pasar Cisalak,” tutupnya.

(RD/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Lapas-Cianjur

120 Napi di Lapas Cianjur Bebas

Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) menyatakan telah mengeluarkan dan membebaskan 5.556 narapidana seluruh Indonesia sebagai bentuk