Kemenag Kota Depok Menghimbau Warga Agar Menunda Resepsi Pernikahan

Ilustrasi Pernikahan

Ilustrasi Pernikahan


POJOKJABAR.com, DEPOK – Untuk mencegah semakin masifnya penyebaran virus corona alias Covid-19 di Kota Depok, selain menghentikan aktifitas masyarakat, pemerintah juga mengimbau agar masyarakat yang ingin menggelar pesta atau resepsi pernikahan agar ditunda.

Terkait hal ini Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Lan Setyawan mengatakan, pihaknya mengimbau warga tidak menggelar pesta pernikahan saat merebaknya wabah Korona. Kebijakan ini berlaku sementara waktu, hingga kondisi dirasa aman dari virus Korona.

Hal ini menindaklanjuti Keputusan Walikota Depok Nomor 360/137/Kpts/DPKP/Huk /2020, tanggal 18 Maret 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Depok.

Lan Setyawan mengatakan, sebagai tindak lanjut pencegahan penyebaran Korona, maka seluruh masyarakat Kota Depok diimbau untuk menunda pelaksanaan resepsi pernikahan.

“Imbauan ini berlaku mulai 22 Maret 2020 sampai batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut,” kata Lan Setyawan.

Sementara itu, dia belum mengetahui pasti berapa pasangan menikah yang akan melaksanakan resepsi pernikahan di Kota Depok.

“Datanya ada di setiap KUA, dan pasangan yang melakukan penundaan juga melaporkan ke KUA,” kata Lan.

Dia mengatakan pihaknya akan mendapat laporan jumlah pernikahan yang dilakukan di Kota Depok setiap bulannya.

“Kalau jumlah yang nikah perbulan nanti ada laporannya di seksi Bimas Islam,” kata Lan.

Sebelumnya, menindaklanjuti Keputusan Walikota Depok Nomor 360/137/Kpts/DPKP/Huk/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Depok, serta untuk pencegahan penyebaran Korona, hari ini Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Kota Depok mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 802/05/GT/2020 Tanggal 21 Maret 2020 tentang imbauan.

Di antaranya, seluruh pemilik atau pengelola tempat hiburan, tempat wisata, karaoke, spa, panti pijat, tempat billiard, bioskop, tempat sarana kebugaran (Fitness Centre), warung internet (Game Station) untuk menutup sementara tempat-tempat kegiatan tersebut.

“Kemudian seluruh warga Kota Depok agar menunda pelaksanaan resepsi pernikahan yang akan dilangsungkan,” tutur Wakil Ketua I yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Imbauan ini berlaku mulai 22 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang akan di informasikan lebih lanjut. Selanjutnya, saat ini pihaknya melakukan sosialisasi mobile secara massif dan melakukan penyemprotan disinfektan pada area-area publik, melakukan penanganan pada kasus PDP dan ODP termasuk melakukan tracing.

Selain itu melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi serta mempersiapkan Rumah Sakit Rujukan untuk kasus sedang dan berat.

“Kami juga sudah melatih SDM Kesehatan dalam pengambilan swab, hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosa,” pungkasnya.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Lapas-Cianjur

120 Napi di Lapas Cianjur Bebas

Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) menyatakan telah mengeluarkan dan membebaskan 5.556 narapidana seluruh Indonesia sebagai bentuk