Virus Corona Belum Usai, DBD Datang, Sudah Tiga Warga Depok Meninggal

Ilustrasi DBD

Ilustrasi DBD


POJOKJABAR.com, DEPOK – Cobaan kembali mendera Kota Depok. Virus Corona belum usai, kini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengancam. Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok mencatat sudah ada tiga warga yang meninggal sepanjang Januari hingga Maret 2020. Dan sampai kamis (13/3/2020), sudah ada 288 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menjelaskan, jumlah kasus ini relatif masih lebih rendah, jika dibandingkan pada 2019 di Januari terjadi 452 kasus. Sedangkan pada 2020 tercatat tiga orang meninggal dengan jumlah kasus sebanyak 288 kasus hingga Maret 2020.

Novarita mengatakan, Dinkes Kota Depok terus melakukan berbagai langkah antisipasi kasus DBD. Hal tersebut dilakukan dengan mengeluarkan surat edaran (SE) yang berisikan imbauan untuk waspada terhadap DBD. Caranya dengan meningkatkan monitoring kasus, dan bersinergi bersama puskesmas serta rumah sakit di Kota Depok.

“Kami sudah dan terus melakukan penanganan kasus DBD agar tidak meningkat dan masyarakat dapat terbebas dari penyakit ini,” tutur Novarita, Kamis (12/3).

Menurutnya, surat edaran dilayangkan kepada seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dan puskesmas se-Kota Depok. Edaran yang diberikan tersebut berisi pesan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus setiap minggu.

Selain itu warga juga diminta melakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB), larvasidasi di wilayah masing-masing dengan pelaksanaan foging fokus pada wilayah yang ditemukan kasus DBD.

Novarita menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan monitoring laporan kasus dari puskesmas dan rumah sakit, juga fasilitas layanan kesehatan swasta. Dengan begitu, kasus DBD di Kota Depok dapat terus terpantau.

“Kami juga menginstruksikan puskesmas dan rumah sakit untuk menangani pasien DBD sesuai kewenangan dan standar operasional prosedur (SOP). Tujuannya agar penderita DBD dapat memperoleh pengobatan secara tepat,” ujar Novarita.

Sementara, dikutip dari laman https://dinkes.depok.go.id, tahun 2019 menjadi periode dengan torehan penderita DBD terbanyak selama 3 tahun terakhir, dengan 2.200 pasien dengan dua korban jiwa.

Terakhir jumlah pasien DBD tembus ribuan orang yakni pada 2016 dengan catatan 2.834 pasien. Tahun 2017, jumlah itu merosot ke angka 535 pasien. Tahun 2018, terdapat 892 kasus DBD dengan 1 korban jiwa.

Menimpali hal ini, Anggota Komisi D DPRD Depok, T Farida Rachmayanti menegaskan, semoga Depok kuat ya menghadapi situasi terakhir, khususnya masalah kesehatan. DBD sebenarnya wabah yang siklusnya berulang. Terutama saat musim hujan. Ini berkaitan dengan kesehatan lingkungan juga. Untuk promotif dan preventif, pemerintah harus terus menghimbau untuk menjaga kebersihan rumah. Mencegah timbulnya jentik-jentik.

Selain itu, kata Farida, koordinasi dan dukungan bagi tersedianya pelayanan kuratif segera berjalan. Ini juga perlu sinergi dengan rumah sakit (Rs) swasta. Mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) : BPJS Kesehatan sebaiknya dibuat lebih taktis, agar bisa antisipatif.

“Puskesmas sekalipun pendekatannya preventif, pada situasi tertentu sebaiknya diupgrade pelayananannya. Alhamdulillah kita kan punya puskesmas rawat inap,” jelasnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (12/03/2020).

Menurut dia, karena DBD membutuhkan cek darah, Labkesda Depok sebaiknya juga memberikan dukungan penuh terhadap upt puskesmas dan kebutuhan perorangan. Alhamdulillah jika ada penurunan angka di tahun sebelumnya. Ini isyarat kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sudah baik, dan tentu peran pemerintah dalam melakukan pembinaan sudah berjalan.

“Semoga ke depannya bisa semakin menurun datanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus DBD di Indonesia telah menelan 100 korban meninggal, dari total 16.099 kasus dalam periode Januari sampai dengan awal Maret 2020. Sedangkan di Jawa Barat, penderita DBD mencapai 4.192 kasus. Sejak Januari hingga Maret, dan jumlah korban meninggal mencapai 15 orang.

(RD/hmi/**/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds