Soal Buang Sampah ke TPPAS Nambo, Kota Depok Tunggu Atensi Ridwan Kamil

TPPAS Nambo Kabupaten Bogor (cek)

TPPAS Nambo Kabupaten Bogor (cek)


POJOKJABAR.com, DEPOK – Masalah pembuangan sampah ke Lulut Nambo masih menjadi permasalahan pelik yang dihadapi Pemkot Depok. Pasalnya, hingga kini Kota Depok belum bisa membuang sampah ke Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor.

Terkait hal itu, Kabid Kebersihan dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Iyay Gumilar berharap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut merespon permintaan Kota Depok agar bisa membuang sampah di Nambo.

Permasalahan tersebut harus mendapat atensi dari Emil sapaan Ridwan Kamil–. Iyay pun mengaku, tak bisa berbuat banyak karena keputusannya ada di tingkat provinsi. Sementara itu, pihaknya sudah melakukan langkah yang diminta provinsi agar proses itu bisa berjalan lancar.

“Pengen segera bisa membuang ke Lulut nambo, tapi lebih baik tanya ke Emil,” ujar Iyay kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id.

Seperti diketahui, penyelesaian masalah yang dihadapi Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, di Kabupaten Bogor menjadi tanggung jawab Provinsi Jawa Barat. Upaya Pemkot Depok membuang sampah di TPPAS Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, terancam kandas.

Hal tersebut lantaran terkendala biaya pembayaran antara pihak kontraktor dengan investor yang sejak awal telah ditunjuk oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat. Sejak ditunjuknya PT Dutaraya Dinametro sebagai pemenang tender, hingga saat ini investor yang dipilih DLH Jabar yakni PT Jabar Bersih Lestari (JBL), diketahui menunggak pembayaran kepada pihak kontraktor.

Sehingga, pengerjaan cut n fill pun TPPAS Nambo terkendala. Diketahui Rabu (30/10), PT Dutaraya Dinametro melakukan penyegelan dengan memasang spanduk bertuliskan TPPAS Nambo ditutup sementara.

Hal tersebut dilakukan akibat pihak kontraktur gerah kepada investor, yang melulu menjanjikan pembayaran. Project Manager PT Dutaraya Dinametro, Hanura menjelaskan, penyegelan sengaja dilakukan karena belum menerima setengah lagi pembayaran dari investor asal Korea tersebut.

Loading...

loading...

Feeds