Gerak Cepat, Polrestro Depok Cokok Marbot Perudapaksa Siswa SD

Orang rua dan korban berkumpul sebelum dimintai keterangan di Polrestro Depok, semalam (21/2/2020) Radar Depok

Orang rua dan korban berkumpul sebelum dimintai keterangan di Polrestro Depok, semalam (21/2/2020) Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Polrestro Depok bergerak cepat atas laporan AW. Kemarin malam sekira pukul 19:30 WIB, KR terduga rudapaksa alias cabul dijemput di rumahnya Jalan Cempaka Kelurahan Pasir Putih, Sawangan. KR yang juga seorang marbot masjid digeladang ke Polrestro Depok bersama keempat korban radupaksa.

Kakek korban MR, Aming menjelaskan, polisi berpakaian bebas sempat mendatangi rumah korban. Setelah sebelumnya para korban berkumpul di salah satu rumah warga. “Pelaku sudah di amankan oleh pihak polres Depok, dan cucu kami juga dimintai keterangan,” kata Aming kepada Radar Depok.

Dalam peristiwa penjemputan KR, orang tua korban mengumpat ingin memberi pelajaran kepada KR, hingga gaduh saat pelaku diamankan polisi. Warga pun dilarang mengambil foto pelaku saat ditangkap Polisi. “KR merupakan sepupu saya, korban merupakan cucuknya juga,” tegas Aming.

Dia berharap, agar pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Saya tenang jika pelaku sudah diamankan, semoga pelaku dihukum seberat-beratnya,” ucap Aming.

Hingga kini belum ada keterangan dari Polrestro Depok terkait penangkapan tersebut. Kendati demikian Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok tak menampik dengan adanya kasus tersebut.

Sejauh ini, DPAPMK Kota Depok sudah turun tangan menangani korban rudapaksa, yang dilakukan marbot masjid di Jalan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, pihaknya sudah menurunkan Satuan tugas (Satgas) untuk menangani korban pelecehan. “Sebelum kasus ini mencuat Satgas kami sudah turun untuk menangani korban,” kata Nessi kepada Radar Depok, Jumat (21/2).

Dia mengungkapkan, selain satgas DPAPMK juga sudah menerjunkan tim psikolog dan tim bantuan hukum untuk korban. Sejauh ini tim sudah mengetahui kronologi, saat ini sedang mempelajari kasusnya. “Para korban juga kami berikan perlindungan dan pendampingan untuk proses hukumnya,” bebernya.

Dia menjelaskan, kondisi korban saat ini masih mengalami trauma pasca kejadian. Maka dari itu, tim psikolog akan berupaya maksimal untuk memulihkan kondisi mereka. “Korban agak terguncang psikolgisnya,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini cukup mengagetkan mereka. Sebab upaya preventif sudah acap kali dilakukan, seperti memberikan penyuluhan kepada orang tua, remaja, dan anak tentang pentingnya menjaga diri dari pelecehan.

“Kita sudah lakukan edukasi agar masyarakat tahu ada bagian tubuh yang tidak boleh dilihat, atau disentuh orang lain untuk mencegah kejadian seperti ini,” ucapnya.

Loading...

loading...

Feeds