Tidak Tau Diuntung, Anak Buah Rampok Majikan

pelaku-perampokan-majikan
Paul, pelaku perampokan majikan saat ditunjukan jajaran Polrestro Depok kepada awak media. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Tidak tau diuntung. Mungkin itu kalimat yang bisa menggambarkan sifat M. Afif alias Paul. Pemuda tanggung ini tega merampok dan menganiaya majikannya, yang sudah memberinya pekerjaan dan tempat tinggal.


Kejadian ini terungkap, setelah Paul ditangkap Polrestro Depok, Senin (17/2). Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andiansyah mengatakan, kejadian tersebut bermula saat Ali Ashadi (56 tahun), warga Kampung Parung Tengah, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari. Pada Sabtu (15/2) dini hari, ketika Ali mengajak Paul untuk tinggal bersamanya.

Paul adalah salah satu anak buah Ali, yang bertugas sebagai tukang cat dengan bayaran Rp50 ribu per hari. Setelah hari ke empat berada di rumah Ali yang merupakan mandornya, timbulah niat jahat Paul. Kepada penyidik Paul mengaku, dia nekat merampok Ali lantaran ingin punya motor.

“Jadi pas hari ke empat ini, si korban yang sedang tidur tiba-tiba dipukul oleh tersangka menggunakan martil sebanyak dua kali,” kata Kombes Azis kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (17/02/2020).


Dia mengungkapan, saat kejadian, korban sempat berusaha melakukan perlawanan. Dan berhasil melukai jari kelingking korban. Namun, karena luka yang cukup parah dibagian kepala, korban pun akhirnya pingsan.

“Korban pingsan karena kepalanya banyak mengeluarkan darah akibat sabetan golok pelaku,” ucap Azis.

Setelah itu, Paul kemudian menjarah sepeda motor dan satu ponsel milik korban. Ketika di perjalanan, Paul sempat meminta bantuan warga untuk minta diantar ke rumah sakit. Karena jarinya banyak mengeluarkan darah.

“Jadi di perjalanan ini dia (pelaku) sempat sempoyongan karena berdarah. Nah dia ngakunya sama warga, abis kena begal,” jelas Azis.

Oleh sejumlah warga, Paul kemudian diantar ke rumah sakit terdekat. Namun apes bagi Paul, saat ia duduk di ruang tunggu. Korbannya ternyata dirawat di tempat yang sama. Disitulah aksi keji Paul terungkap.

“Jadi korbannya ini yang mengenali si pelaku. Kemudian ia (pelaku) diamankan oleh petugas keamanan dan anggota kami,” jelas Kapolrestro.

Akibat perbuatannya, pemuda yang mengaku hanya tamatan SD ini dijerat dengan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan yang ancamannya 15 tahun penjara. Kasusnya kini ditangani Polsek Sawangan.

(RD/dra/pojokjabar)