Peserta SKD CPNS Kota Depok Bawa Jimat

Petugas Satpol PP Kota Depok mendata barang yang disita dari peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (14/2/2020). Radar Depok

Petugas Satpol PP Kota Depok mendata barang yang disita dari peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (14/2/2020). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Kelakuan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Depok, ada-ada saja. Jimat yang diwantiwanti tidak boleh dibawa saat tes, di hari ketiga (14/2/2020) satu peserta kedapatan membawa.

Beruntung magic jimat belum beraksi, lantaran petugas sudah mengamankan benda klenik tersebut. Petugas pemeriksa, Jamil Udin mengatakan, peserta yang tidak disebutkan namannya tersebut kedapatan membawa benda berupa gesper berwarna merah, yang ditaruh di saku celananya. Ditemukan pada sesi pertama hari ini (kemarin).

“Satu peserta bawa isim (jimat) ditemukan di kantong celana pas saat masuk ke ruang tes. Waktu diperiksa pesertanya gelagapan karena takut gak bisa masuk,” kata Jamil kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Jum’at (14/02/2020).

Jamil mengungkapakan, berdasarkan pengakuan peserta, jimat tersebut merupakan pemberian dari kakeknya untuk pegangan saat mengikuti tes CPNS. Meski begitu, kata dia, jimat warna merah itu telah dikembalikan ke peserta CPNS usai mengikuti tes.

“Jimatnya sudah saya kasih lagi. Jimat itu saya amankan dan gak berani buka, karena ngeri juga. Peserta tetap ikuti tesnya dan sudah pulang,” bebernya.

Menurut Jamil, dia tidak menanyakan nama dan alamat peserta yang membawa jimat tersebut. Sebab, dia hanya memeriksa peserta.

“Gak nanya saya, cuma saya amankan dan kembalikan lagi ke pemilik. Itu juga saya gak berani keluarkan jimat, takut,” tegasnya.

Menimpali hal ini, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati mengaku, menyangkan ada peserta yang membawa benda–benda terlarang dalam SKD, apalagi jimat.

“Padahal sudah diimbau dari jauh–jauh hari agar tidak membawa benda yang dilarang,” katanya.

Dia mengungkapkan, peserta SKD seharusnya sudah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian, dengan belajar.

“Yang terpenting setelah menyiapkan diri dengan belajar dan berdoa, di saat tes peserta relak dan fokus, percaya akan kemampuan sendiri,” terangnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny menuturkan, sebanyak delapan personel dikerahkan untuk membantu proses keamanan dan kenyamanan, serta pemeriksaan tubuh atau body cheking kepada CPNS.

“Kami siagakan empat laki-laki dan empat perempuan untuk standby di lokasi. Mereka ikut membantu panitia dalam pemeriksaan tubuh CPNS yang akan menjalankanSKD,” tutur dia.

Delapan personel tersebut akan bersiaga selama proses tes CPNS berlangsung. Terhitung mulai Rabu (12/2) hingga Sabtu (15/2).

Lienda berharap, pelaksanaan CPNS Kota Depok dapat berjalan lancar dan aman. Pihaknya bersama tim akan terus membantu menjaga keamanan dan ikut mengawasi jalannya tes hingga hari terakhir.

“Personel akan terus kami siagakan, kalau dibutuhkan dapat ditambah jumlahnya demi menjaga kondusivitas pelaksanaan tes CPNS Depok,” tandasnya.

(RD/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds