Keluarkan Edaran, Pemkot Depok Larang Pelajar Rayakan Valentine

No Valentine's Day

No Valentine's Day


Menurut Thamrin budaya kasih sayang sudah harus diterapkan setiap hari di sekolah-sekolah. Apalagi, dengan adanya program Sekolah Ramah Anak, untuk melakukan kasih sayang tidak perlu menunggu momen.

Ini bagian dalam pembentukan karakter siswa yang peduli dengan orang lain, dan yang menjadi sifat dasarnya adalah kasih sayang.

“Bisa kasih sayang antara guru dengan siswa atau sebaliknya dalam konteks pendidik dan peserta didik, atau bisa juga siswa dengan temannya bisa juga kasih sayang sebagai sahabat. Jadi, banyak artian dalam kasih sayang,” tandasnya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Farida Rachmayanti mengapresiasi edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Depok. Ia menilai, imbauan untuk menjaga peserta didik dari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama, sosial dan budaya bertepatan dengan hari Valentine sudah sangat tepat.

“Dinas Pendidikan telah menjalankan fungsi pendidikan karater pada siswa didik di Kota Depok. Upaya membangun karakter berakhlak mulia, berperilaku sesuai nilai-nilai luhur bangsa,” ucapnya.

Bagi Farida, edaran yang dikeluarkan ini sangat sejalan dengan konsep penyelenggaraan Kota Layak Anak. Karena hakikatnya imbauan dalam edaran ini mencerminkan semangat perlindungan kepada anak, secara khusus siswa didik di Kota Depok. Sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 15 Tahun 2013.

“Bahwa penyelanggaraan kota layak anak oleh pemerintah kota, dimaksudkan menjamin terpenuhinya hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat martabat kemanusiaan, demi terwujudnya anak yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera,” jelasnya.

Selain itu, bahwa penyelenggaraan Kota Layak Anak, ucap Farida, dilaksanakan berdasarkan prinsip yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak yaitu menjadikan hal yang paling baik bagi anak sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan, program dan kegiatan.

“Menjaga perilaku, akhlak, tindakan, perbuatan anak agar sesuai dengan nilai agama, sosial dan budaya merupakan kepentingan terbaik bagi anak serta masa depannya. Agar berbagai potensi yang teranugerahkan oleh Penciptanya tidak rusak,” tuturnya.

Farida menambahkan, keluarga dan orang tua sangat terbantu dengan adanya edaran ini. Sebab, orangtua butuh mitra dalam pendidikan dan pengasuan anak di era yg begitu banyak tantangan.

“Setiap anak berkewajiban untuk menjaga kehormatan diri, keluarga dan masyarakat, mencintai tanah air, bangsa dan Negara serta daerahnya, menunaikan ibadah sesuai ajaran agamanya, dan melaksanakan etika dan akhlak yang mulia di manapun berada,” pungkasnya.

(RD/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds