Keluarkan Edaran, Pemkot Depok Larang Pelajar Rayakan Valentine

No Valentine's Day

No Valentine's Day


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemkot Depok melarang perayaan kegiatan hari kasih sayang alias Valentine (14/2/2020) di Kota Depok. Hal itu tertuang melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan yang ditujukan bagi seluruh siswa SD dan SMP se-Kota Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin menegaskan, larangan ini disampaikan melalui edaran Dinas Pendidikan Kota Depok dengan Nomor 421/937/11/Peb. SMP/2020.

“Edaran itu agar pelajar tidak merayakan valentine,” ungkap Thamrin kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Thamrin menyebutkan, ada beberapa alasan sehingga pelajar di Depok dilarang merayakan valentine. Di antaranya, tidak sesuai dengan visi misi kota yang unggul, nyaman, dan religius.

“Valentine bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya Indonesia. Itu bukan budaya kita,” tegas Thamrin.

Thamrin berharap, setiap pelajar di jenjang SD dan SMP tidak merayakan valentine di luar maupun di dalam sekolah. Larangan tersebut juga sudah disampaikana kepada para kepala sekolah.

Selama ini lanjut Thamrin, di sekolah hal kasih sayang, saling tolong menolong, hormat menghormati sudah ditanamkan melalui program pembiasaan penguatan pendidikan karakter di seluruh sekolah setiap harinya.

“Contohnya penyambutan siswa di pagi hari. Dari pada merayakan Valentine, lebih baik anak didik dikuatkan dengan karakter atau kepribadian dan pengenalan budaya bangsa sendiri,” harap Thamrin.

Perlu diketahui, dalam surat edaran tersebut terdapat tiga poin yang disampaikan. Pertama siswa diimbau tidak merayakan valentine day, di luar atau di dalam sekolah. Kedua, untuk pengawas, kepala sekolah, dan guru agar memantau dan pengawasan kegiatan siswa.

Kemudian di poin ketiga, mengajak kepala sekolah dan guru menanamkan sikap dan perilaku karakter atau kepribadian dengan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia.

Loading...

loading...

Feeds