FPI Tak Kapok, Laporkan Ade Armando Lagi, Ini Sebabnya

Front Pembela Islam atau FPI (ilustrasi)./Foto: Istimewa

Front Pembela Islam atau FPI (ilustrasi)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Aktivis sekaligus juga dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Kali ini, Ade dilaporkan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) bernama Herman Dzarkasih. Laporan terhadap Ade terigtrasi dengan LP/932/II/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 11 Februari.

Pengacara pelapor, Aziz Yanuar membenarkan laporan tersebut. Menurutnya laporan dilayangkan karena Ade dinilai telah menghina FPI.

“Dilaporkan karena telah menghina FPI,” kata Aziz saat dikonfirmasi Pojokjabar.com, Rabu (12/2).

Menurut Aziz, dalam sebuah rekaman dalam video Ade seakan- akan menuduh organisasi FPI preman.

Atas hal itulah kliennya tidak terima sehingga malayangkan laporan tersebut. Dalam laporan itu Ade juga disangkakan Pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap beberapa golongan.

“Kita juga lampirkan beberapa barang bukti Video dan transkip pernyataan Ade,” ungkapnya.

Diketahui, dalam video yang diunggah pada 3 Februari 2020 itu, Ade Armando bersama Rocky Gerung diundang sebagai narasumber. Pada rekaman video itu, Ade melontarkan tanggapannya tentang FPI.

“Kalau buat saya FPI itu organisasi preman, bangsat, memang enggak bisa diterima,” kata Ade dalam video itu.

Ade bukan kali ini saja dilaporkan ke polisi. Tahun 2019, anggota DPR RI Fahira Idris melaporkan Ade Armando karena mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah dimodifikasi menjadi mirip Joker.

Ade dilaporkan atas dugaan perubahan terhadap bentuk dokumen dan atau informasi elektronik atas foto Anies.

Ade disangkakan dengan Pasal 32 Ayat 1 Jo Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

(fir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds