Kota Depok Tunjuk Tiga RS Jadi Rujukan Pasien Virus Corona


POJOKJABAR.com, DEPOK – Janji Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok menyebarluaskan bahaya virus Corona, bukan hisapan jempol belaka. Senin (27/1/2020), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan surat edaran mengenai virus Corona yang sedang menggemparkan dunia di Wuhan, Tiongkok.

Dalam surat edaran bernomor 445/0404/SURVIM/ Tentang Kewaspadaan Terhadap Peneumonia Novel Corona Virus ini, Dinkes mengimbau masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, sejak 31 Desember 2019 telah banyak laporan kasus Peneumonia berat, yang berawal di Kota Wuhan, Tiongkok. Sampai dengan 21 Januari 2020 telah ditemukan 224 kasus dengan empat kasus kematian.

“Kasus confirm telah diteukan di Wuhan, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dam Thailand,” kata Nova -sapaan tenarnya- kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (27/01/2020).

Mengantisipasi masuknya virus ke Kota Depok. Pihaknya mengeluarkan beberapa imbauan sebagai upaya deteksi, pencegahan, respon, dan antisipasi munculnya virus korona.

Para direktur rumah sakit diimbau untuk melakukan sosialisasi internal kewaspadaan, terhadap pneumonia korona pada unit–unit terkait. Menanyakan riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari terakhir pada setiap pasien pneumonia yang dirawat.

“Segera melaporkan kasus pneumonia berat dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit ke Dinkes Kota Depok, melakukan koordinasi rujukan pasien ke RS rujukan melalui Dinkes,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, sudah menyiapkan beberapa rumah sakit (RS) untuk menampung pasien dengan gejala penyakit virus korona. RS rujukan kasus penyakit infeksi emerging sesuai SK Menteri Kesehatan Nomor 414/Menkes/SK/IV/2007 tentang penetapan RS rujukan penanggulangan flu burung adalah RS Penyakit Infeksi Prof Dr. Suliati Saroso, RSPAD Gatot Subroto, RSUP Persahabatan.

“Kami akan merujuk ke tiga rumah sakit tersebut bila ada warga Depok terkena korona,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengimbau rumah sakit untuk melakukan isolasi pasien sementara selama menunggu proses rujukan, menyediakan dan memasikan kompetensi petugas menggunakan alat pelindung diri. Sesuai dengan standar pencegahan penularan penyakit melalui udara.

“Memfasilitasi proses investigasi kasus oleh tim suveilans Dinkes, meningkatkan kecepatan dan keceppatan pelaporan kasus potensial wabah dalam waktu 1×24 jam ke email [email protected], menggunakan formulir laporan terlampir,” ucapnya.

Loading...

loading...

Feeds