Tagihan Membengkak, 196.203 Peserta BPJS Kesehatan Kota Depok Nunggak

BERI PELAYANAN : Petugas saat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Kota Depok di Jalan Margonda Raya, Rabu (30/1/19). Ahmad Fachry/Radar Depok

BERI PELAYANAN : Petugas saat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Kota Depok di Jalan Margonda Raya, Rabu (30/1/19). Ahmad Fachry/Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pantas saja tagihan iuran BPJS Kesehatan di Kota Depok membengkak. Berdasarkan data hingga Kamis (23/1/2020), tercatat 196.203 peserta menunggak membayar tagihan dari 1.220.478 peserta per 31 Desember 2019.

Diperkirakan dana tunggakan dari ratusan peserta mencapai puluhan miliar rupiah. Humas BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok, M. Ridha Akbar mengungkapkan, ada sekitar 196.203 peserta yang tercatat belum membayarkan iuran.

Tetapi, pihak BPJS tidak memutuskan kontrak terhadap anggota yang mengunggak. Karena kepesertaan BPJS aktif seumur hidup.

“Untuk yang menunggak tidak ada denda keterlambatan pembayaran. Tetapi jaminan akan dihentikan sementara sampai peserta membayarnya. Jika peserta membayar, maka hari itu juga langsung dapat digunakan,” ucapnya kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (23/01/2020).

Menurutnya, denda berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan yang memperoleh rawat inap, selama 45 hari setelah iuran dibayarkan. Denda tersebut yaitu 2,5 persen dari biaya rawat inap pelayanan kesehatan dikali dengan lamanya tunggakan iuran.

Terhadap peserta menunggak, BPJS Kesehatan telah melakukan upaya penagihan. Dan edukasi kepada masyarakat untuk dapat melakukan pembayaran iuran.

“Upaya yang kita lakukan yaitu, melalui pengiriman email blast, sms blast ke nomor telepon peserta, telecollecting (menelpon peserta untuk diingatkan membayar iuran). Hingga kunjungan yang dilakukan Kader Jaminan Kesehatan Nasioinal (JKN),” jelasnya.

Ridha pun berharap, agar peserta rutin dan tepat waktu dalam membayar iuran. Sehingga tidak terkendala saat ingin menggunakan untuk berobat.

“Dengan rutin dan tepat waktu dalam membayar iuran, maka akan berdampak terhadap Program JKN-KIS tetap dapat berjalan dengan baik. Sehingga dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” bebernya.

Salah satu peserta, DU -nama disamarkan- mengaku, memang belum membayar. Hal ini dikarenakan belum memiliki uang untuk melunasi, dan memang belum digunakan.

“Nanti kalau mau digunakan baru saya bayar,” singkatnya.

(RD/cr1/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds