Tahun Ini, Anggaran Pendidikan Kota Depok Naik 4,4 Persen

Ilustrasi.

Ilustrasi.


Pada tahun ini Farida berharap, anggaran untuk urusan pendidikan bisa terserap secara optimal. Di sini membutuhkan koordinasi yang intens antar berbagai perangkat pendidikan. Termasuk koordinasi dengan wilayah dan pusat.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengaku, alokasi dana pendidikan tahun 2020 sudah di atas ketentuan Undang-Undang Penyusunan Anggaran Pendidikan di atas 20 persen. Sehingga untuk anggaran bidang pendidikan dialokasikan ke beberapa item. Di antaranya untuk pembayaran gaji guru jumlahnya cukup besar, dan tunjangan-tunjangan lainnya.

“Seperti sertifikasi diprediksi sekitar Rp360 miliar. Kemudian kegiatan yang ada di dinas merupakan belanja langsung, kurang lebih mencapai Rp272 miliar lebih,” ungkap Thamrin kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Selain itu lanjut Thamrin, untuk anggaran yang ada dilakukan oleh Bidang Dinas Rumkin yang meliputi pembangunan atau pun rehab bangunan gedung sekolah itu sekitar Rp100 miliar lebih. Kemudian yang melalui dana hibah dan bantuan sosial yang diberikan kepada sekolah-sekolah swasta alokasi anggarannya ada di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, kurang lebih sekitar Rp28 miliar.

Thamrin melanjutkan, kemudian ini masih belum masuk dari dana DAK pusat untuk alokasi bidang saran prasarana kurang lebih sekitar Rp17 miliar. Kemudian bantuan operasional TK dan PAUD serta PKBM, diprediksi alokasi anggarannya akan sama dengan tahun lalu, sekitar Rp15 miliar.

“Belum kita alokasikan di APBD ini, karena menunggu surat dari Kemendikbud. Tetapi secara umum sudah di atas 20 persen, untuk alokasi bidang pendidikan,” terang Thamrin.

Anggaran-anggaran yang dialokasikan tersebut, di antaranya untuk peningkatan kompetensi tenaga kependidikan. Di mana pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud memberikan dana sertifikasi bagi para guru yang sudah lulus dan memiliki sertifikat tenaga pendidik.

Kemudian untuk kegiatan operasional siswa berkaitan dengan kompetensi bakat minat, proses pembelajaran dan lainnya, yaitu berupa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk siswa dari APBD. Di antaranya untuk foto.

“Orang tua sudah tidak direpotkan lagi dengan biaya foto di sekolah negeri. Kemudian untuk sampul raport, bahan ajar, diberikan untuk siswa melalui dana APBD. Termasuk kegiatan lomba pendidikan,” ujarnya.

Thamrin mengaku, pihaknya juga memberikan anggaran untuk pengentasan siswa miskin. Yaitu membantu biaya operasional di sekolah negeri maupun swasta. Untuk negeri sudah masuk ke dalam anggaran sekolah, sedangkan yang swasta didukung dari dana APBD itu sebesar Rp3 juta per siswa di bangku SMP, Rp2 juta per siswa di bangku SD, diberikan kepada sekolah masing-masing dengan data siswa miskin yang divalidasi oleh Dinas Sosial.

“Kemudian termasuk sentuhan untuk madrasah. Baik Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah itu diberikan dari dana BOS APBD untuk sekolah tersebut. Terutama menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak tidak mampu,” ucapnya.

Loading...

loading...

Feeds