Dana BPNT Naik Jadi Rp 150.000

Kartu BPNT

Kartu BPNT


POJOKJABAR.com, DEPOK – Sebagai bentuk pengembangan program bantuan sosial pangan. Kementerian Sosial (Kemensos) mulai awal 2020 mengubah Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) ditransformasikan menjadi program Sembako.

Program yang sudah berjalan sejak 2017 ini, dilaksanakan di 44 kota terpilih, termasuk Kota Depok. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono mengatakan, pada tahun 2019 kota kabupaten sudah menggunakan kartu elektrik.

Pelaksanaanya diberikan langsung kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dengan sistem perbankan. Nantinya, KPM memperoleh beras atau telur di E–Warong, yang nilai gizinya lebih seimbang.

“Dengan sistim elektronik, masyarakat jadi lebih mudah dalam memperoleh bantuan,” kata Hardiono kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Rabu (22/01/2020).

Hardiono mengungkapkan, BPNT pada tahun ini mengalami perubahan nomenklatur menjadi Sembako, dan sudah disosialisasikan di seluruh kota maupun kabupaten di Indonesia.

“Seluruh Sekda se-Indonesia ikut serta dalam sosialisasi ini,” bebernya.

Dia menjelaskan, dengan perubahan nomenklatur tersebut anggaran yang akan diberikan untuk masyarakat pun turut bertambah. Jika anggaran BPNT senilai Rp110.000 per KPM, kini Sembako memiliki anggaran Rp150.000 per KPM.

“Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 Triliun untuk program Sembako ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, jenis komoditas program ini terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral. Dengan demikian gizi bahan pangan seperti diatas, telah mendukung Program Pencegahan Stunting.

“Untuk kota Depok jumlah 31.613 KPM, yang akan dilakukan Rakor terlebih dulu di tingkat Kota Depok. Semoga program pusat ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Depok,” tegasnya.

Terpisah, Menteri Sosial, Juliari P Batubara menjelaskan, dengan transformasi tersebut diharapkan prinsip 6T dapat lebih tercapai, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Pada program Sembako, indeks bantuan ditingkatkan dan jenis komoditas yang dapat dibeli oleh KPM diperluas. Tidak hanya berupa beras dan telur seperti program BPNT. Pada tahun 2020 indeks BPNT akan dinaikkan bantuannya dari semula Rp 110 ribu/KPM/bulan menjadi Rp 150 ribu/KPM/bulan.

Penambahan komoditas selain beras dan/atau telur juga perlu memperhatikan gizi bagi masyarakat.

“Adanya peningkatan indeks BPNT dari R110 ribu menjadi Rp 150 ribu per KPM per bulan, dimana tambahan Rp 40 ribu per bulan itu kami rekomendasikan untuk membeli daging, ikan, ayam, dan kacang-kacangan,” terang Mensos.

(RD/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds