Terungkap, Rem Bus Terguling di Ciater Subang Sudah Dimodifikasi

Bus terguling di Palasari Ciater Kabupaten Subang (ist)

Bus terguling di Palasari Ciater Kabupaten Subang (ist)


POJOKJABAR.com, BANDUNG –Hasil olah TKP Ditlantas Polda Jabar dan Mabes Polri dengan metode TAA menyebutkan bus Po Purnamasari tak menggunakan sistem rem sesuai standar layaknya bus.

Polisi menyelidikinya dengan metode trafic accident analisys (TAA).

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan bahwa ditemukan adanya modifikasi dalam sistem pengereman.

 

Baca Juga :

Korban Tewas Bus Terguling di Ciater Subang Bertambah Jadi 9 Orang

 

“Jadi sistem pengereman yang tidak sesuai dengan standar kendaraan. Seharusnya standarnta waktu pengisian 4 jalur dari kompresor yang terbuat dari pipa besi, namun dimodifikasi menggunakan selang berbahan karet,” jelasnya, Rabu (22/1) di Mapolda Jabar.

Dirlantas menambahkan, bahwa ini hasil fakta yang ditemukan di TKP.

“Bahkan ditemukan ada selang karet mobil tersebut, selain itu juga tidak dilengkapi dengan alat penguji. Setiap kendaraan bus wajib dilengkapi dengan alat penguji,” jelasnya.

Yang sangat mengkhawtirkan, menurut Dirlantas yakni adanya tutup selang yang diikat menggunakan karet dari ban dalam.

“Ini jelas menyalahi aturan spek rem yang sesuai standar bus,” paparnya.

Dirlantas menyebutkan, kronologis kendaraan bus tersebut terjadi saat bus datang dari Bandung.

Di Subang kendaraan itu melaju dalam kondisi jalan menurun, ketika ada tikungan ke kiri, kendaraan pun tak terkendali dan terguling ke kanan bahu jalan.

Korban meninggal dan korban luka berat, dan luka ringan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciereng Subang, sebagian lagi ke Puskesmas Ciater dan Jalan Cagak saat kejadian Sabtu (18/1) lalu.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds