32 Korban Kecelakaan Bus di Ciater Masih Menjalani Perawatan di RSUI

Tim Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), memberikan keterangan pers terkait apa yang sudah dilakukan pihak rumah sakit, Senin (20/1/2020) terhadap puluhan korban kecelakaan bus maut di Kampung Nagrog, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Radar Depok

Tim Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), memberikan keterangan pers terkait apa yang sudah dilakukan pihak rumah sakit, Senin (20/1/2020) terhadap puluhan korban kecelakaan bus maut di Kampung Nagrog, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Sebanyak 32 korban kecelakaan bus rombongan kader Posyandu Bojong Pondok Terong, di Kampung Nagrog Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kota Depok.

Manajer Pelayanan Kesehatan Spesialistik RSUI, dokter Rakhmad Hidayat menuturkan, awalnya ada 33 korban yang dirujuk ke RSUI. Enam orang menderita luka ringan, kemudian 23 luka sedang, dan empat orang lainnya luka berat.

“Dari total 33 pasien yang dibawa ke sini, satu orang sudah pulang. Sedangkan 32 korban lainnya dari assesment diawal, ada empat orang membutuhkan operasi, beberapa telah dilakukan tadi malam,” ungkap Rakhmad kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id) di RSUI, Senin (20/1/2020).

Rakhmad mengungkapkan, hari ini pihaknya melakukan assesment ulang terhadap sejumlah pasien yang telah menjalani operasi tadi malam dan yang akan dioperasi.

“Operasinya besok dari dokter kami. Kemudian ada delapan yang belum dioperasi,” tutur Rakhmad.

Selain itu, ada satu pasien yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit berbeda karena ruang perawatan ICU RSUI saat ini sedang penuh.

“Kondisinya satu pasien itu dirujuk karena pendarahan di kepala dan memerlukan perawatan di ruang ICU. Saat ini ICU kita sedang penuh juga. Dari sejumlah pasien yang telah dioperasi, satu di antaranya belum stabil dan memerlukan pemantauan khusus,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala IGD RSUI, dokter Andi Ade W mengatakan, saat para korban kali pertama tiba di RSUI, pihaknya membagi mereka di dua area berbeda pada Minggu (19/1) pagi. Area pertama untuk kondisi emergency, sedangkan area lainnya bagi pasien yang tidak dalam kondisi darurat.

“Karena secara bersamaan tidak mungkin kami sanggup menangani semua pasien. Pada saat itu yang jaga ada tiga dokter umum, dua dokter spesialis dan 10 perawat yang kami siapkan,” kata Andi kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Instalasi Gawat Darurat atau IGD, jelas Andi fungsinya untuk penapisan atau pertolongan pertama bagi pasien-pasien yang datang.

“Karena kecelakaan itu sudah terjadi satu hari sebelumnya, sehingga kami harus melakukan penilaian ulang. Jadi saat pasien datang, mereka diperiksa oleh dokter dan perawat dan diberikan label untuk prioritas penanganan,” tuturnya.

Loading...

loading...

Feeds