Pemerintah Tanggung Pengobatan Korban Kecelakaan di Ciater

Muniroh (terbaring) sedang menjalani perawatan dan terbaring di tempat tidur ruang UGD RSUD Kota Depok. Radar Depok

Muniroh (terbaring) sedang menjalani perawatan dan terbaring di tempat tidur ruang UGD RSUD Kota Depok. Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Seluruh korban kecelakaan bus pembawa rombongan Kader Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter) Cipayung dipastikan akan mendapat santunan dari Pemerintah.

Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Unit Kerja Kabupaten Bogor dan Depok Unggul Yoga mengatakan, pascakecelakaan pihaknya langsung mendatangi TKP dan menyambangi pihak guna memastikan ahli waris maupun korban luka-luka.

”Pagi tadi juga kami sudah koordinasi dengan pihak bank, insya Allah bisa kita santuni ke keluarga korban hari ini juga,” kata Unggul sesuai salat jenazah di Masjid Assobariyah, Cipayung, Depok, Minggu (19/1/2020).

Besaran santunan Jasa Raharja kata Unggul dibedakan antara korban meninggal dengan korban luka-luka.

”Untuk meninggal dunia, sesuai dengan Undang-Undang 33 dan 34 Tahun 1965, masing-masing ahli waris menerima Rp50 juta,” ujarnya.

Untuk korban luka-luka ditempatkan di dua rumah sakit yakni RSUD Depok dan RS Universitas Indonesia. Mereka diberi jaminan maksimal Rp20 juta.

”Mereka yang dirawat nanti biayanya akan ditagihkan langsung oleh rumah sakit ke Jasa Raharja,” tuturnya.

Pencairan dana bagi korban meninggal dunia dikatakan Unggul akan dilakukan melalui transfer ke rekening masing-masing ahli waris.

”Semua data sudah kita pegang baik untuk ahli waris yakni janda, duda atau anak-anak dari korban meninggal,” bebernya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan memberikan Santunan Kematian (Sankem) sebesar Rp10 juta untuk delapan korban yang meninggal dunia.

Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana, mengatakan, Sankem yang diberikan merupakan Sankem non reguler. Sebab, menurutnya, kejadian tersebut termasuk dalam kategori bukan bencana alam.

“Kalau yang reguler sebesar Rp2 juta, tetapi ini termasuk bencana non alam dan atas pertimbangan rekomendasi Wali Kota Depok, kami memberikan santunan untuk masing-masing korban yang meninggal dalam kecelakaan ini sebesar Rp10 juta,” ucap Usman.

Dia menambahkan, untuk memudahkan pencairan Sankem ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok. Rencananya, santunan tersebut paling lambat diserahkan kepada keluarga korban pada Selasa (21/01).

“Insya Allah kita akan bergerak cepat untuk pencairannya. Mudah-mudahan Sankem ini bisa meringankan beban keluarga korban yang ditinggalkan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan Pemkot Depok akan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka baik ringan maupun sedang.

“Korban yang dirawat RSUD maupun rumah sakit swasta akan ditanggung biayanya oleh Pemkot Depok,” jelasnya.

Dia menambahkan, bukan hanya biaya perawata, biaya berobat jalan atau kontrol pasca perawatan juga akan ditanggung Pemkot Depok.

“Iya berobat jalan juga akan ditanggung,” pungkasnya.

(RD/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds