Dua Hari Dirawat, Siswi Depok Lompat dari Gedung Akhirnya Meninggal Dunia

Terlihat keluarga serta tetangga silih berganti berdatangan ke kediaman orang tua SN di Perum Griya Depok Asri Blok G5/10 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (17/01/2020). Radar Depok

Terlihat keluarga serta tetangga silih berganti berdatangan ke kediaman orang tua SN di Perum Griya Depok Asri Blok G5/10 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (17/01/2020). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Telah Meninggal Dunia anak perempuan kami, SN binti DI. Hari Kamis 16 Januari 2020, pada pukul 16:15 WIB di Ruang ICU RS Polri Kramatjati Jakarta Timur.

Pada usia 14 tahun (23 Januari 2005). Begitulah informasi yang tertera di kediaman SN, di Perum Griya Depok Asri Blok G5/10 Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya Depok. SN tewas usai lompat dari lantai 4 gedung SMPN 147 Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur.

Peristiwa SN lompat terjadi pada Selasa (14/1) sore. Setelah lompat SN pun dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, untuk jalani perawatan. Dua hari dirawat, SN meninggal dunia pada Kamis (16/1) sekitar pukul 16:15 WIB sore.

Pantauan di kediaman SN, suasana haru menyelimuti saat siswi kelas VIII ini hendak dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur kemarin (17/1). Jenazah tiba sekitar pukul 13:30 WIB. Sanak keluarga, teman sekolah, hingga guru korban memenuhi pemakaman untuk mengantar almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Pihak keluarga yang diwakili DI ayah korban menyampaikan kata-kata sambutan di depan makam anaknya, kepada para keluarga dan teman korban yang hadir di pemakaman korban.

”Kami mohon maaf dan berterima kasih pada semuanya yang hadir, terima kasih atas bantuannya. Terima kasih kepada yang membantu pengurusan jenazah dan yang mengantarkan untuk yang terakhir kalinya,” kata ayah SN di lokasi, Jumat.

Dia juga memohon kepada keluarga dan kerabat korban agar memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan korban semasa hidupnya.

”Saya selaku ayahandanya, di sini juga memohon apabila ada yang masih mempunyai sangkutan utang piutang, saya selaku ayahandanya siap bersedia, mohon menghubungi saya segera. Agar kami bisa segera melaksanakan kewajibannya dan semoga ini bisa melancarkan jalannya,” ujar ayah SN.

Terpisah, Ketua RT7/25 Perumahan Griya Depok Asri, Alex menyebut, SN selama ini tinggal bersama neneknya sejak ibunya meninggal. Berdasarkan penuturan ayahnya berinisial DI, korban meninggal dengan kondisi patah di bagian kaki setelah terjun dari lantai tiga gedung sekolah.

”Penyebabnya saya tidak tahu, tetapi yang jelas korban setelah terjatuh langsung dibawa ke RS Polri,” katanya.

Alex tak mengetahui secara pasti mengenai keseharian korban semasa hidup, ayah korban juga belum lama tinggal di kompleks tersebut.

”Korban juga, saya belum pernah lihat langsung karena memang tinggalnya di Cibubur,” jelasnya.

Terkait dugaan kematian korban akibat perundungan, Alex mengaku tidak mengetahui. Namun, diakuinya saat almarhumah dibawa ke rumah duka, ada anggota kepolisian yang datang.

”Jadi satpam bilang ke saya, semalam ada polisi yang datang juga. Kalau penyebab jatuhnya korban dari lantai tiga, saya tidak tahu. Adik-adik ayahnya yang meminta almarhum dibawa dan disalatkan di sini,” tegasnya.

Kepala SMPN 147 Jakarta, Nasrun membantah bunuh diri yang dilakukan salah satu siswinya berinisial SN, terkait adanya perundungan.

”Setiap hari sekolah terus mengawasi dan membina untuk mencegah bullying di sekolah,” terang Narsun.

Narsun menjelaskan, sekolah tidak menyangka SN melakukan percobaan bunuh diri di sekolah. Apalagi SN seperti siswa pada umumnya tidak ada tanda-tanda yang mencolok dari kepribadiannya.

”SN sendiri dikenal sosok yang biasa saja dan seperti siswi pada umumnya,” tandas Narsun.

Kini Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan oleh tempat kejadian perkara untuk mencari tahu motif korban melompat dari lantai tiga gedung sekolah.

(RD/arn/hmi/**/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds