Majelis Taklim Tolak Keberadaan LGBT di Kota Depok

Sejumlah jamaah majelis talim menggelar aksi penolakan terhadap keberadaan LGBT di Kota Depok di halaman Masjid Al-Ishlah, Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (15/1/2020). Radar Depok

Sejumlah jamaah majelis talim menggelar aksi penolakan terhadap keberadaan LGBT di Kota Depok di halaman Masjid Al-Ishlah, Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (15/1/2020). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Ibu-ibu majelis taklim gaduh sejadinya, Rabu (15/1/2020). Teriakan tolak Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) santer terdengar di lingkungan Masjid Al-Islah, Kelurahan Kalibaru, Cilodong. Aksi damai ini digaungkan agar mendesak DPRD Kota Depok mengesahkan Perda Anti LGBT.

Koordinator Aksi, Kyai Abu Bakar Madris menegaskan, keberadaan kaum LGBT di Kota Depok dapat membawa penyakit. Sehingga harus ada penanganan atau penyembuhan yang dilakukan dengan efektif oleh pemerintah.

Adanya LGBT, kata dia, telah merusak apa yang menjadi tujuan kota ini, yaitu menjadi kota religius. Dia yakin tidak akan ditemukan dalam pemeluk keyakinan apapun yang mengizinkan LGBT.

”Makanya itu kami tegas, agar segera ditinjau dan disahkan. karena masalahnya kita yang kebagian azabnya dari perilaku buruk mereka,” tegas pria yang disapa Abu kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Rabu (15/01/2020).

Seirama dengan Abu, Pimpinan Majelis Taklim At Taubah, Kyai Robby Dongkal mengapreasiasi langkah Walikota Depok Mohammad Idris yang menginstruksikan Perda Anti LGBT, di kota religius yang menjadi visi misinya.

”Ini hal yang sangat tepat untuk mempersempit ruang LBGT. Kami harap Pemkot terus lakukan razia LGBT. Makanya kami akan menggelar aksi ke Komnas HAM untuk mempertanyakan perihal surat kritikan ke Pemkot Depok terkait Perda Anti LGBT,” tegasnya.

Ratusan warga yang didominasi kaum ibu tersebut, sangat mengkhawatirkan dengan adanya penyakit LGBT di masyarakat. Karena itu adalah penyakit yang merusak moral bangsa dan mencoreng nilai agama.

Berikut elemen keagaman masyarakat yang turut menyuarakan hal serupa, MT Khadijatul Ridho pimpinan Ustad Hm Fauzan dan Hj Siti Khadijah, MT At Taubah pimpinan Kyai Robby Dongkal, LSM Kapok Pimpinan Kasno, Front Rakyat Depok Pimpinan Pardonk, Aliansi Masyarakat Anti Maksiat Pimpinan Arif Poy Hakim, Arema Nusantara Depok pimpinan Cak Anton, FWT pimpinan Yamin.

(RD/arn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds