Kemenag Tampung Aduan Korban Travel Bodong

Ilustrasi Ibadah Haji.

Ilustrasi Ibadah Haji.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Belum lama ini Kementerian Agama (Kemenag) merilis sebelas travel umrah yang izin operasionalnya dibekukan alias dicabut, karena tidak melakukan sertifikasi Biro Perjalanan Wisata (BPW).

Terkait hal itu, Kemenag Kota Depok tak menampik terdapat korban umrah dari Kota Depok yang ikut sebelas travel umrah yang sudah dibekukan izin operasionalnya. Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Hasan Basri mengaku, pihaknya telah mendata sejumlah cabang dari travel yang dibekukan.

“Kami sudah mendata, hasilnya di Depok memang tidak ada dari sebelas nama yang diekspose,” ucap Hasan kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Selasa (14/01/2020).

Meski begitu lanjut Hasan, Kemenag Depok akan menampung pengaduan bagi jamaah travel umrah yang ikut kesebelas travel tersebut.

“Di sini tidak ada cabang mereka. Tapi ada sejumlah jamaah asal Depok yang ikut mendaftar di travel tersebut,” ungkap Hasan.

Selanjutnya, Kemenag bakal terus mendata travel di Kota Depok, dengan mengadakan pemutihan bagi para pengelola travel.

“Pemutihan sebagai pendataan ulang, jangan sampai ada nama travel bodong beroperasi di Depok,” tegasnya.

Perlu diketahui, untuk membuka travel umrah hampir sama syaratnya dengan membuat travel pada umumnya. Di antaranya memiliki gedung kantor, punya izin operasional dari Dinas Pariwisata, serta mempunyai sertifikat dari akademi pariwisata.

“Untuk travel umrah, ditambah persetujuan pihak Kemenag Depok, karena menyangkut rukun dan ibadah yang akan dilaksanakan,” terang Hasan.

Terpisah, Direktur Operasional PT Azzam Al Baesuni Supandi mengaku, sangat terganggu dengan agen atau travel perjalanan bodong. Karena akan membuat kapok para jamaah. Ia berharap pemerintah mendata kembali dan menutup travel yang tidak mempunyai izin operasional.

“Jika tidak ditertibkan, jamaah juga yang rugi. Karena ini menyangkut hajat orang banyak,” ucap Supandi singkat.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds